Bambu bersejarah senjata tradisional

Kawokh Bukkok adalah senjata tradisional pusaka alam atau pusaka leluhur Sekala Brak yaitu Kawokh Bukkok. Bambu yang tidak berlobang ini hanya ada di Sekala Brak tepatnya di Pekon Kekhang dan daerah Bumbon Sakhmawon di Kecamatan Batu Brak, Lampung Barat. Bambu ini sebutan oleh masyarakat disana Kawokh Bukkok. Kawokh Bukkok ini tidak bisa di pindan ditanam di tempat lain, apa bila ditanam di tempat lain kawokh bukkok tersebut tumbuh dan berlubang bahkan tidak tumbuh tumbuh sama sekali. Diceritakan pendahulu di pekon kekhang bahwasanya pada jaman sejarah Kepaksian Sekala Brak kawokh bukkok ini salah satu senjata pada saat peperangan gegakhah bulan bakha pada tanggal 24 Agustus 1289 Masehi di Gunung Pesagi Bukit Humatang Sulang. Pada Jaman Pangeran Ringgau Gelar Sultan Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala pad tahun 1860 Masehi Kawokh Bukkok ini senjata tradisional dalam melawan penjajahan kala itu, setelah Kepaksian Sekala Brak dimerdekakan oleh Pemerintah Belanda pada saat itulah rumpun bambu Kawokh Bukkok di pekon/desa Kerang/kekhang dipagar, karena selalu diambil oleh masyarakat sebagai senjata perang dan dijadikan symbol gaib dalam keberanian menghadapi Belanda pada saat itu. Pada Jama Pra-sejarah saat ini kawokh bukkok di jadikan tongkat bahkan di jadikan cendra mata khas dari Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong, para bangsawan Kerajaan Sekala Brak yang akan keluar untuk mendirikan negeri baru Pasukan tersebut diberangkatkan di bawah pimpinan para Pang Tuha, yang tetap tidak berpisah hati dengan negeri asal. Saat keberangkatan, pasukan Sekala Bkhak baik yang bermuhibah ke medan tugas atau mendirikan negeri baru haruslah membawa kawokh bukkok atau bambu buntu sebagai simbol keberanian, keutuhan, dan simbol kesetiaan. Filosofis kawokh bukkok, yakni bambu tidak berlubang yang tumbuh di Desa Kerang, Kecamatan Batu Brak Lampung Barat. Bambu ini pernah dilarang pemerintahan penjajahan untuk diambil masyarakat. Belanda pun menerbitkan Peraturan Ordonansi van Kerang. Karena bambu itu dipakai pejuang melawan Belanda. Bambu itu membuat orang menjadi berani dan mengobarkan perlawanan terhadap penjajah. Bambu itu juga simbol keutuhan, kesolidan, keberanian, kesetiaan yang utuh. Bak membujur lalu melintang patah, dan bisa berpirau. Munculnya kawokh bukkok ini dimulai dari uji kesetiaan seorang panglima yang diperintah Saibatin Paksi Pak Sekala Bkhak untuk memotong jari telunjuknya. Kemudian karena kesetiaan dari sang panglima itu, dipotonglah telunjuknya lalu dihanyutkan di Way Semaka. Tempat berhentinya jari panglima tersebut, kemudian tumbuhlah kawokh bukkok serumpun bambu. Anehnya, bambu buntu itu tidak berlubang. Itulah sebabnya, kawokh bukkok menjadi simbol kesetiaan yang utuh bagi keluarga Sekala Bkhak. Selain itu, menjadi simbol keberanian. Awal kemerdekaan Indonesia pertama kali diproklamasikan, Sekala Bkhak dipimpin Pangeran Suhaimi Sultan Lela Muda Saibatin Kepaksian Pernong. Dia mendirikan laskar Angkatan Pemoeda Indonesia (API). Suhaimi mempunyai pasukan pemberani, yaitu kawokh bukkok yang menggunakan bambu buntu sebagai senjata mematikan sekaligus simbol pelindung. Tradisi kesetiaan itu telah menjadi legenda rakyat. Terbukti di era perang kemerdekaan, banyak bangsawan di tanah Lampung yang ikut terjun dalam revolusi kemerdekaan, muncul di beberapa palagan pertempuran. Antara lain adalah Palagan Lima Hari Lima Malam di Palembang, Palagan Kemarung, peristiwa Simpang Sender, dan lainnya. Selain menunjukkan keberanian di beberapa palagan. Pasukan kawokh bukkok memperlihatkan kepatriotan dan kecintaan terhadap Tanah Air dengan keterlibatan dalam operasi-operasi militer untuk mempertahankan kemerdekaan. Itu sebabnya, banyak keturunan bangsawan Lampung  menghiasi makam pahlawan sepanjang daerah Sumatera bagian selatan. Dengan dilepasnya pasukan elite Polda Lampung dalam Operasi Tinombala—melalui prosesi adat—menginspirasi prajurit menjadi pemberani, memiliki kesetiaan yang utuh dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasukan Bhayangkara yang bertugas di Poso itu memiliki filosofi kawokh bukkok; tidak gentar, memiliki semangat yang tinggi menghadapi lawan di medan juang. Lalu kembali ke Lampung untuk menyatukan lagi potongan kawokh bukkok di tempat asalnya.

Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *