PYM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H.,M.H.


Pangeran Edward Syah Pernong Turut Berduka Cita ,Atas Berpulangnya Kolonel Purnawirawan TNI-AL Amir Husin

BIODATA

Nama : Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H. gelar Sultan Sekala Brak Yang  Dipertuan Ke – 23
Lahir  : Jakarta, 27 Februari 1958
Istri    : Puniakan Ratu Ir. Nurul Adiati Gelar Ratu Mas Itton Dalom Ratu Kepaksian Pernong Sekala Brak

Pendidikan:
– S-1 Fakultas Hukum UGM (1983)
– Sepamilsuk atau PPSS (penerimaan perwira sumber polisi) tahun 1983
– Dikjur Serse
– Selapa Dikreg XX tahun 1992
– Sespim tahun 2000

Riwayat Jabatan Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.  Gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23

  1. Penempatan Pertama di ilmu perguruan tinggi kepolisian (1986)
  2. Reserse Mabes Polri sebagai panit reserse umum mabes polri Setelah itu bergulir ke selapa lalu masuk reserse umum pertama di PTIK kedua panit dari ( 1986/1991) di reserse mabes polri.
  3. Kasubnit I Reserse Umum Polda Metro Jaya (1992)
  4. Kasat Serse Polres Metro Bekasi Polda Metro Jaya (1992)
  5. Kasat Serse Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya (1995
  6. Kabag Reserse Tipiter Polda Jabar (2000)
  7. Kabag Reserse Polwiltabes Bandung Polda Jabar (2000)
  8. Kapolres Bandung Tengah Polwiltabes Bandung Polda Jabar (2001)
  9. Kapolres Bandung Polda Jabar (2002)
  10. Wakapoltabes Palembang Polda Sumsel
  11. Kapolres Metro Bekasi Polda Metro Jaya
  12. Kapolres Metro Jakarta Barat Polda Metro Jaya (2006)
  13. Penyidik Utama Dit. V/Tipiter Bareskrim Polri
  14. Kapolwiltabes Semarang Polda Jateng (2009)
  15. Kadepkum Dit Akademik Akpol Lemdikpol Polri (2010)
  16. Wakapolda Sulteng (2013)
  17. Wakapolda Malut (2013)
  18. Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Polri (2013)
  19. Karorenmin Bareskrim Polri (2014)
  20. Kapolda Lampung (2015)
  21. Analis Kebijakan Utama Sahli Kapolri (2016)
  22. Pati Sahli Kapolri (2016).

Pada  tahun  1989,  saat  Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H. masih  berpangkat Letnan Satu Polisi, terjadi titik balik dalam proses kehidupannya. Masa menyerap pelajaran sudah harus digantikan dengan masa pembuktian dari apa yang dipelajari.

Dinamika dan problematika kehidupan sudah harus dihadapi secara nyata. Pada tahun itu, tiga tanggung jawab besar harus di sandang sekaligus:

  1. Tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.
  2. Tanggung jawab sebagai SaiBatin
  3. Serta tanggung jawab sebagai abdi masyarakat di Kepolisian RI.

Pada hari Jum’at 19 Mei 1989, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. Menikahi Puniakan Ratu  Ir. Nurul Adiati menjadi permaisurinya, Puniakan Ratu Ir. Nurul Adiati adalah keturunan Sai Batin raja basa Semuwong sekaligus tokoh masyarakat Lampung, H. Muhtar Hasan yang pernah menjabat Sekretaris Daerah yang pertama di Pemerintah Propinsi Lampung.

Wilayah Raja basa secara kultural memang bagian dari wilayah Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Lampung, Perhelatan Perkawinan Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. bersamaan dengan Penobatannya sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, pada hari sabtu tanggal 20 Mei 1989, Sabtu 15 Ramadhan-Syawwal 1409 Penobatan ini mendapat perhatian dari masyarakat adat dan liputan media massa. Perkawinan dan penobatan dilaksanakan dengan upacara adat kebesaran Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak yaitu Tayuh Bimbang Paksi Yang Pertama.

Puniakan Ratu Ir. Nurul Adiati gelar Ratu Mas Iton Dalom Ratu Kepaksian Pernong Sekala Brak, dilahirkan di Raja Basa, Kabupaten Tanggamus. Daerah ini memiliki dermaga laut yang pada masa lalu memiliki hubungan dekat dengan Kesultanan Banten. Bahkan bandar di Raja Basa memiliki garis lurus ke timur tenggara, persis dengan posisi bandar di Banten.

Bahkan menurut riwayat, pada saat-saat tertentu, permukaan air dari Raja Basa hingga ke Banten keadaanya terlihat seperti permadani, tenang-datar, namun angin bertiup kencang sehingga perahu menjadi sangat laju. Raja basa, salah satu bandar dalam pengaruh kekuasaan Banten. Pada masa lampau, pemuka masyarakat dan adat di Raja Basa, bernama Seba

menghadap ke Kesultanan Banten. Dia mendapat gelar Tumenggung Rasamenggala dari Kesultanan Banten. Dia juga mempunyai saudara yang tinggal di Banten, Tumenggung Wartamenggala. Hubungan dagang, hubungan politik, dan hubungan budaya antara Raja Basa dan Banten telah berjalan lama.

Bersamaan dengan upacara pernikahan, sebagaimana tradisi di Kepaksian Pernong Sekala Brak, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. dinobatkan menjadi Sultan/SaiBatin Raja Adat Dikepaksian, dengan gelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23.

Pada Sebuah Kisah usai penobatan Sebagaimana dalam tradisi selepas naik tahta, pada hari berikutnya, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.  melakukan proses ritual dengan berjalan kaki mendaki gunung pesagi bersama sejumlah 30 pengawal Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, dan menginap di puncak gunung pesagi tersebut. Di puncak gunung pesagi mereka di dera rasa dingin yang mengiris tulang Sesuai tradisi sultan sebelumnya, dalam perjalanan ke puncak gunung pesagi, biasanya kehadiran SaiBatin yang baru dinobatkan akan disambut oleh harimau dengan memperlihatkan bekas-bekas tapak kakinya di sepanjang tanah jalan setapak yang dilalui Sultan/SaiBatin Raja Adat Dikepaksian. Menurut wawakhahan pendahulu, kadang kedatangan harimau itu disertai suara auman yang berdengung. Apabila Sultan/SaiBatin Raja Adat Dikepaksian baru di nobatkan tidak disambut kehadiran harimau, diperkirakan keabsahan tahtanya dipertanyakan.

Pada saat Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,S.H. melakukan ritual ini, perjalanan hingga puncak tidak ditemukan jejak harimau. Namun ketika dingin telah menggigilkan dan hampir tidak kuat menahannya, Nampak jelas sekali terlihat di tapak-tapak kaki harimau di atas tanah yang basah.

“Untuk meyakinkan, di antara kami ada yang memotret Secara bergantian deretan bekas tapak kaki harimau itu beberapa kali dari berbagai sudut pengambilan, tetapi tidak juga berhasil, sehingga Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. mengambil keputusan untuk memimpin Do’a bersama. Setelah itu dilakukan kembali memotret telapak kaki harimau tersebut dan berhasil dipotret sampai saat ini hasil potretan tersebut masih dalam keadaan utuh dan terpelihara.

Dijaman yang semakin berkembang ini, penobatan sebagaimana dalam ritual naik tahta dengan berjalan kaki mendaki Gunung Pesagi tinggallah suatu tradisi sejarah dalam prosesi penobatan Sultan Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Sejak penobatan itu, maka tahta Sekala Brak merupakan bagian dari tanggung jawab kehidupan Bermasyarakat Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. khususnya dalam masyarakat adat yang dipimpinnya. Di dalam masyarakat adatnya,

Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. adalah satu-satunya Pangeran, satu- satunya Sultan, satu-satunya junjungan. Ia menjadi SaiBatin, yang segala laku hidupnya harus bisa menjadi suri tauladan bagi semesta kehidupan.

Dari pernikahannya, kini Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. dikaruniai seorang putri, Dalom Putri Aregina Nareswari Firuzzaurahma Pernong,S.H.,M.H.  dan Putra Mahkota Pangeran Alprinse Syah Pernong.

Tayuhan Bimbang Paksi pada era Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, adalah :

  1. Tayuhan Bimbang Paksi pada saat penobatan Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. sebagai SaiBatin, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1989, 15 Ramadhan – Syawwal 1409.
  2. Tayuhan Bimbang Paksi pada saat cukukhan/cukuran Dalom Putri Aregina Mareswari Firuzzaurahma Pernong,S.H.,M.H. Pada hari Rabu 29 September 1991.
  3. Tayuhan Bimbang Paksi pada saat cukukhan/cukuran serta penobatan Pangeran Alprinse Syah Pernong Sebagai Putra Mahkota Pada hari Rabu Tanggal 27 Mei 2008.

Perofil dan Pengabdian di dalam Pemeritahan

Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. termasuk salah satu Sultan di Nusantara yang memiliki kiprah di dunia publik. Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. adalah pemegang takhta Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak  di Batu brak, Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Sebagai pemimpin tertinggi, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. adalah penerus Keturunan Lurus, Kepaksian Sekala Brak yang berdiri diperkirakan sejak sebelum abad ke-12 Masehi.

Tokoh kelahiran Jakarta, 27 Februari 1958 ini dikukuhkan sebagai Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke – 23 . Tepatnya Sabtu 20 Mei 1989 Sabtu 15 Ramadhan Syawwal 1409.

Surat wasiat Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak yang disalin dan diterjemahkan Pangeran Soehaimi tahun 1975, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. keturunan lurus dari  Sultan Iskandar Zulkarnain Gelar Sultan Yang Dipertuan

Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. adalah Sultan Kepaksian Pernong Sekala Brak yang bergelar Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23. Sekalipun pernah memiliki jabatan dan pangkat tinggi di kepolisian, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H. bertekad meneruskan adat istiadat yang diterimanya turun-temurun.

Semangat ini terucap ketika Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. memberikan pengarahan pada para raja-raja Jukuan Paksi di Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, 19 Mei 2008. Amanah adat itu disampaikan dalam rangkaian prosesi Tayuh Bimbang Paksi yang Ke-3 syukuran putra mahkota Kerajaan  Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, Putra Mahkota Pangeran Alprinse Syah Pernong.

Saat itu, Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. meminta para raja  jukuan Paksi bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi. Prosesi Tayuh Bimbang Paksi syukuran ini merupakan kegiatan terbesar ke-3 yang digelar kerajaan Adat tersebut selama kepemimpinannya. “Syukuran ini sekaligus memperingati 19 tahun kepemimpinan menjadi panutan di Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak.

Komitmen Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.  pada adat dan masyarakat adat juga secara terbuka disampaikan saat menjadi pembicara Seminar Budaya Lampung yang diselenggarakan Lembaga Peduli Budaya Lampung (LPBL). Acara itu berlangsung 29 Juni 2008 lalu di GSG IAIN Radin Intan, Bandar Lampung.

Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. yang membawakan makalah Upaya Memperkuat Kearifan Budaya Lokal mengajak masyarakat adat Lampung memperjuangkan adat istiadat. Jika masyarakat adat sendiri tidak peduli, siapa yang akan memperjuangkan, demikian Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. menyampaikan pada forum ketika itu.

Pernyataan penting juga disampaikan Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. Dengan terbuka, ia mengajak masyarakat meluruskan pemahaman tentang budaya Lampung. Bagi Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H., sistem nilai dalam kultur Lampung itu satu, yakni Pepadun.

“Kita harus meninjau dari sudut geografis bahwa pepadun yang sarat nilai kepenyimbangan merupakan sistem masyarakat adat yang hidup di bagian tengah provinsi ini,” papar Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. dalam makalahnya. Sedangkan Saibatin adalah sistem komunitas adat yang hidup di bagian pesisir Lampung.
“Masyarakat Lampung hanya memiliki satu budaya, yaitu Pepadun,” ujarnya. Namun, ada dua tradisi yang mengkristal: Pepadun hidup dengan sistem nilai yang kental demokratis, Saibatin cenderung aristokratis.

Bagi budayawan Anshori Djausal, yang juga hadir sebagai pembicara seminar, pernyataan Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. ini sesuatu yang luar biasa. Sebagai orang yang mempunyai legitimasi, ujar Pembantu Rektor VI Unila ini, pernyataan itu sesuatu yang membuka kesadaran pada masyarakat adat Lampung.

Selama ini, masyarakat Lampung selalu dikatakan terdiri dari dua jurai: Saibatin dan Pepadun. Paduka YM SPDB Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. menyatukan hal itu dengan menyatakan Lampung hanya memiliki satu budaya, yakni Pepadun! “Pernyataan itu baru keluar sekarang, setelah 20 tahun menunggu,” ujar Anshori.

Perwira Berprestasi

Bukan hanya di Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Lampung, kekuatan sosok Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H. pada saat itu bertugas di Mabes Polri juga tercatat di kesatuan Polri. Alumnus S-1 Hukum UGM ini termasuk salah satu perwira menengah Polri yang berprestasi. Ia memulai karier di kepolisian melalui Sepamilsuk atau PPSS (Penerimaan Perwira Sumber Polisi). Selesai S-1 Hukum tahun 1983, ia lulus tes Sepamilsuk.
Perjalanan kariernya fantastik. Pertama ditempatkan di PTIK tahun 1984. Setelah itu disekolahkan gubernur PTIK di Serse. Saat sekolah di Selapa, prestasi Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H. juga terlihat. Ia lulus nomor satu.
Saat bertugas di Bekasi sebagai kasatserse, sosok Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. mengundang perhatian publik. Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. dan timnya berhasil mengungkap kasus perampokan-pemerkosaan yang membetot perhatian massa dan di-blow up media massa cetak maupun elektronik. Kasus pembantaian keluarga Acan tahun 1995 itu berhasil diungkap dalam waktu sebelas hari.

Pembunuhan keluarga Acan tidak luput dari perhatian Presiden Soeharto–kala itu. Kepala Negara pun memanggil Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. ke Istana Negara.
Presiden memberikan Lencana Adhi Satya Bhakti pada perwira Polri berpretasi itu.

Memanggil Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H kembali jadi perhatian publik ketika November 2006 menangkap Hercules dan 100 lebih anak buahnya. Untuk kawasan Jakarta dan sekitarnya, Hercules dikenal salah satu nama besar di dunia preman. Saat itu, memanggil Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.,M.H menjabat kapolres Kota Besar Jakarta Barat.

Nyali menjadi salah satu kunci kekuatan memanggil Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. sebagai polisi. Bagi memanggil Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H. polisi tidak cukup memiliki otot, otak, dan nurani. Tapi juga nyali! Tanpa nyali, ketiga hal itu tidak ada gunanya.

“Yang paling utama harus punya nyali karena dia (polisi) akan berhadapan dengan situasi yang tidak terprediksi. Situasi-situasi seketika. Situasi yang kadangkalanya tidak tahu harus mengambil keputusan yang bagaimana. Tapi dia sudah punya naluri, sudah punya pola harus begini. Dan itu hanya bisa dilakukan orang-orang yang punya nyali,”

* Rujukan

  1. https://m.youtube.com/watch?v=jBOXZkj80-U
Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *