Istana Gedung Dalom

Upacara Adat

Kepaksian adalah Empat pemegang pucuk tertinggi didalam Adat. Pernong artinya Kesaksian. Kepaksian Pernong adalah Kesaksian Empat pemegang pucuk tertinggi didalam Adat. Kerajaan Adat artinya Sebuah Struktur Organisasi dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berkomitmen tentang keberadaan NKRI sebagai payung dari pada bangsa Indonesia dan Sekala Brak Adalah bagian dari pada Pilar-Pilar Penguat Kekokohan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Paksi Pak Sekala Brak artinya empat pemegang tertinggi di Kepaksian Sekala Brak. Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak adalah Sebuah Struktur Organisasi dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan berkomitmen tentang keberadaan NKRI sebagai payung dari pada bangsa Indonesia dan Sekala Brak Adalah bagian dari pada Pilar-Pilar Penguat Kekokohan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) empat pemegang tertinggi di Kepaksian Sekala Brak. Kepaksian Sekala Brak adalah sebuah kerajaan yang berlandaskan nilai-nilai agama Islam, kerajaan Islam di wilayah Lampung sekarang. Sekala artinya titisan. Brak artinya Dewa. Sekala Brak adalah Titisan Dewa.(Fauzie 2019: 12-17).

Bahwasanya yang disebut Istana Utama adalah Istana Gedung Dalom tempat tinggalnya, Istananya, Pusat Pemerintahannya sang Sultan(SaiBatin) Sejak dahulu tempat tinggalnya sang Sultan ini disebut istana gedung dalom oleh Pemerintah Hindia Belanda, oleh rakyat dan masyarakat adat, hingga pada saat kemerdekaan Republik Indonesia sampai saat ini sebutan nama terhadap Istana Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak adalah Gedung Dalom. Gedung Dalom ini sudah 1 (satu) kali direnovasi pada kisaran tahun 1990-1991 dan sebutannya tetap Gedung Dalom, baik sebutan dari Sultan, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat maupun sebutan dari masyarakatnya. Gunung Suoh atau Gunung Suoh, Lampung Barat adalah gunung yang memiliki kaldera dengan lebar 16x8km yang terdapat di bagian selatan Sumatra, Indonesia. Pada saat gempa bumi di Suoh Lampung Barat hari senin 26 juli 1933, sekitar 13 jam setelah gempa, tanah-tanah di Suoh Lampung Barat yang rekah mulai melontarkan air panas. Fenomena Geologi ini dikenal sebagai letusan freatik (phreatic eruption), yaitu letusan yang dipicu masuknya air ke kantong magma. Persentuhan air dan magma memicu munculnya uap panas yang segera menjebol sumbat, melontarkan debu, bebatuan, hingga air panas. Lontaran material panas semakin meningkat, hingga pada hari senin 10 Juli 1933, terjadi letusan freatik besar di Suoh Lampung Barat. Letusan membentuk dua kawah dan menghancurkan area dalam radius 10 kilometer dari pusat letusan, Kehancuran itu dicatat Geolog Belanda, Ch E Stehn, yang datang ke Suoh Lampung Barat pada pertengahan Juli hingga awal Agustus 1933. Ia ditugaskan Pemerintah Hindia Belanda untuk meneliti petaka itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Bonifacius Cornelis de Jonge yang merupakan perwakilan dari Ratu Belanda Wilhelmina dari Belanda Sri Ratu Wilhelmina  (Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau) mendatangi dan melihat kejadian Gempa bumi di Suoh, Suoh Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung saat itu. Setibanya beliau di Kabupaten Lampung Barat langsung menuju ke Gedung Dalom sebagai tempat persinggahannya. Peristiwa Sejarah tersebut cukup membuktikan bahwa Gedung Dalom kediaman pimpinan adat tertinggi saat itu atau istana tempat tinggalnya Sultan (Raja) saat itu, hingga saat ini disebut Gedung Dalom (Gedung Dalom).

Momen foto bersama, Yang Dipertuan ke-19 Yang Dipertuan Bali Pangeran Hajji Habbiburahman Gelar Pangeran Sampurna Jaya Dalom Permata Intan (kanan), dan Yang Dipertuan ke-20 Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja (Kiri), sedangkan yang dibelakangnya memakai baju putih memakai songkok kuring Pangeran H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Yang Pertuan ke-21 di depan pintu masuk beranda/teras Lantai Istana Gedung Dalom pada tahun 1926

Istana Sekala Brak disebut Istana Gedung Dalom adalah Gedung Dalom ini dibangun sejak pertama kali Belanda masuk dan menaklukkan Kepaksian Sekala Brak hingga Istana Gedung Dalom terbakar saat itu, untuk yang pertama kalinya, setelah itu pada tahun 1899-1900 baru kemudian didirikan Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak yang masih berdiri kokoh hingga saat ini. Lokasi Istana Gedung Dalom saat ini tentu berbeda dengan pada masa lampau, dimana dahulu lokasi Istana Gedung Dalom sangat luas mencapai 5-10 H di belakang Istana Gedung Dalom Sawah Persawahan yang luas saat ini persawahan tersebut sebutan dari masyarakat Sekala Brak adalah lembah Sekala Brak, tetapi karena para Pembesar istana pembesar adat dan keturunan-keturunan sultan yang kemudian untuk memudahkan Komunikasi dalam setiap kegiatan maka akhirnya para keturunan sultan mengambil bagian dari lahan yang ada saat itu sehingga perlahan-lahan pekarangan pekarangan Istana Gedung Dalom semakin menyempit, sehingga walaupun relatif masih luas namun tentunya sudah tidak resepentatif lagi untuk melakukan kegiatan Adat dalam sekala besar. Oleh sebab itu Gubernur Provinsi Lampung menginisiasi untuk dilaksanakannya pembagunan sebuah Rumah adat yang lebih resepentatif untuk suatu saat nanti dapat menjadi tempat dilaksanakannya berbagai perhelatan Kerajaan dan dapat menjadi destinasi pariwisata yang merupakan pusat kegiatan Budaya kebudayaan baik seni tari, seni musik, seni suara, bela diri, ukir, tapis dan sebagainya yang ada di Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak. Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi, hingga saat ini selalu menjaga dan menjalin silaturahmi kepada seluruh Hubungan kekerabatan kerabat  yang berada diberbagai Wilayah baik yang berada di Sekala Brak maupun para kerabat dan para Khaja (baca-raja) yang telah mendirikan negeri-negeri baru seperti para Saibatin marga disepanjang Pesisir yang memiliki hubungan kekerabatan yang erat dengan Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak. Maka hubungan kekerabtan dan kedekatan adat tetap dibina karena mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kebesaran Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak.

Kawik Buttokh terdapat besi berbentuk Kroon

Putri Kolonial Belanda di halaman depan Istana Gedung Dalom

Kawik Buttokh terdapat besi berbentuk Kroon ini diberikan oleh Pemerintahan Hindia Belanda untuk menunjukkan Pengakuan tentang Kebangsawanan sebagai Sultan pada masa itu dan sebagai tanda bahwa istana gedung dalom ini merupakan satu satunya tempat yang mempunyai nilai sejarah dan mempunyai nilai kebesaran tertinggi di Sekala Brak. Kroon ini diberikan oleh pemerintahan Kolonial Belanda kepada Yang Dipertuan Pangeran Ringgau Gelar Sultan Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala tahun 1852. Selain menerima Kroon, Yang Dipertuan Pangeran Ringgau Gelar Sultan Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala juga mendapatkan gelar sebagai Sultan Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, itu sebabnya Gelar Pangeran turun temurun diberikan oleh Pemerintahan Hindia Belanda kepada Keturunan Yang Dipertuan Pangeran Ringgau Gelar Sultan Pangeran Batin Purbajaya Bindung Langit Alam Benggala, untuk Sultan yang lainnya setelah 20 tahun sekali, namun untuk kepesirahannya tetap dipegang oleh Sultan tersebut dikarenakan walaupun turun temurun sudah diserahkan kepada putra mahkotanya, Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja tahun Tuyuk Dalom dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi, 15 tahun memegang pemeritahan sudah diserahkan kepada Putra Mahkota nya Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Tamong Dalom (Kakek) dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. Pada saat ini Kroon tersebut terpasang di Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong Sekala Brak sebagai ”’Simbol dari Istana Gedung Dalom”’ Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak. Istana itu berbentuk persegi empat. Disangga dengan 36 tiang kayu berukuran besar, satu peluk tangan manusia dewasa. Diumpak di permukaan tanah, berjajar lurus baik secara garis lurus silang maupun diagonal. Belah-belah simetris antar tiang dalam garis tegak lurus maupun dalam garis sudut diagonal mengambarkan sebuah jalinan kokoh menyangga bangunan gedung di atasnya. Demikian pula gelagar kayu utuh yang menghubungkan tiang sebagai penyangga lantai gedung juga sedemikian kokohnya, sambung menyambung saling “menggigit” menjadi tempat pilar dan papan lantai gedung disemayamkan, tempat menancap rapih tiang-tiang gedung penyangga kerangka atas dan atap. Kayu-kayu rangka gedung yang besar, kokoh, dan rapi membuat gedung tampak meyakinkan kekuatannya “Waktu ada gempa, tiang yang disangga beton semen malah ambles, sementara yang disangga umpak tradisional, selamat,” disampaikan oleh warga setempat bercerita perihal umpak tiang di permukaan tanah. Istana gedung dalom berdinding kayu dengan jendela-jendela lebar, beratapkan seng dan tajuk atap memperlihatkan arah ke bentuk joglo yang mengerucut di bubungan atapnya menyatu pada kesatuan puncak. Di puncak atap bertengger mahkota dari kuningan berbentuk khas. Bagian depan terdapat replika atas gedung induk dalam ukuran kecil sebagai peneduh tangga masuk satu arah untuk kemudian menjadi dua arah masuk ke tataran lantai. Teras gedung ada di sisi kiri dan kanan pada lantai panggung, dibatasi dengan pagar ritmis kayu berukir pula. Pintu masuk ada ditengah kanan dan kiri kayu yang melekat pada rangkaian rangka gedung bagian dalam dan luar, diukir dengan aneka ragam jenis ukiran. Beberapa ragam ukir di antaranya khas Lampung dengan sulur dan garis tanpa tatahan miring. Sejumlah ukiran di dinding luar atas dan tiang sangga di kolong gedung memperlihatkan ukiran kuno yang langka. Sementara itu pola ukel dan lengkung relung, mirip ukiran dari Suku-suku lainnya di Nusantara. Tiang sangga di sisi-sisi luar, pada bagian tiang sebelah atas diberi asesoris semacam cukit atau siku penyangga atap luar. Biasanya berfungsi juga sebagai penyangga emper gedung. Namun, di Istana adat gedung dalom juluran itu tidak menyangga apa-apa, hanya menjadi penghias bagaikan Deformasi (mekanika) belalai gajah. Bagian dalam Gedung Dalom, terdapat satu ruang besar disisi kiri belakang sebagai tempat SaiBatin beristirahat disebut Bilik Kebik. Tak ada yang masuk ke ruang itu kecuali SaiBatin dan Permaisuri atau kerabat yang diizinkan oleh SaiBatin. Di dalam ruangan itu, terdapat pula sejumlah senjata pusaka yang hanya SaiBatin atau Sultan yang berani memindah atau membukanya. Bahkan sewaktu dilakukan renovasi atas atap dan ruangan, senjata pusaka itu tetap pada tempatnya. Di depan pintu Bilik Kebik terdapat Singgasana Sultan yang disebut margasana. Tempat duduk SaiBatin terdiri atas kasur berlapis-lapis, hiasan dinding, dan langit-langit yang terbuat dari kain beludru warna warni dan manik-manik yang disebut Lelukukh Juttai. Jika SaiBatin memimpin sidang (hippun paksi) akan duduk di situ menghadap ke barat di mana seluruh ”’khaja jukkuan”’ duduk bersila menghadap SaiBatin. Hanya SaiBatin dan Khaja Jukkuan yang boleh duduk di ruangan margasan ini pada saat hippun paksi. Lantai Gedung Dalom ini ada dua trap, pada bagian depan dekat pintu masuk letak lantai lebih rendah sekitar sejengkal tempat duduknya Batin dari khaja Jukkuan paksi. Dalam acara tradisi, lantai Gedung Dalom ini tanpa kursi, seluruh tamu duduk di bawah di atas karpet atau tikar. Begitupun apabila mereka mendapat jamuan makan dari SaiBatin, maka seluruhanya “lesehan”. Selebihnya, ruangan dalam itu tanpa pembatas dan lantai kayu yang coklat telah dilapisi karpet merah. Seluruh permukaan tiang kayu ruang dalam, seluruh pilar dan belandar yang sambung sinambung dilekati lempeng kayu berukir tanpa dicat, berkesan alami dan dekat dengan suasana sekitar yang serba kayu dan alam masih rimbun menghijau. Dinding tampak coklat tua, tanda kayu tua dan terawat. Sejumlah ukiran memperlihatkan simbol-simbol tertentu namun belum ada yang mencoba untuk membacanya. Saat ini, ruang dalam Gedung Dalom diberi plafon langit-langit dari kayu dengan lekuk dan tataan baris potongan kayu, rapih dan lurus seperti di gedung moderen dimana pada setiap kotak lengkung dipasang satu buah piting lampu listrik. Langit-langit terplafon itu menjadi penutup konstruksi kayu pada kap atap selepas kait-mengkaitnya antar kayu, semenjak dari lantai sampai bagian ring menjelang rangka atap. Di halaman gedung dalom sisi kiri terdapat sebuah bangunan dengan atap melingkar mengerucut, seluruh 8 tiang kecil berdiri pada disi tepi bangunan melingkar pesegi delapan itu. Lantainya berpembatas dan tak ada tiang di tengah, bangun itu berfungsi sebagai tempat para hulu balang yang sedang berdinas dan berjaga di Gedung Dalom. Tempat itu disebut Gardu. Di situlah dulu para tamu SaiBatin menyampaikan kepada hulu balang tentang maksud kedatangannya. Istana Gedung dalom adalah salah satu tanda kebesaran Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak karena Gedung Dalom ini diwariskan dari para pendahulu dan terus terawat hingga sekarang. Bahkan diceritakan bahwa letak Gedung dalom pada awalnya sejauh sekitar 15 kilometer dari tempat sekarang berdiri di Pekon Balak, Batu Brak, Lampung Barat. Pada waktu memindahkan, Istana Gedung Dalom itu tidak dicopot atau dibongkar dulu melainkan diangkat ramai-ramai dan dibawa perlahan-pelahan menuju lokasi sekarang Selama 1 (satu) Tahun kisaran tahun 1899-1900 Masehi. Gempa dan kebakaran pernah menimpa Istana Gedung Dalom, sejumlah kerusakan pernah dialami. Namun SaiBatin dan masyarakatnya terus melestarikannya. Di dalam Istana Gedung Dalom itu banyak hal telah terjadi. Pangeran Suhaimi dan Pangeran Maulana Balyan karena keaktifannya di pemerintahan menjadi Pejabat Pemerintahan Republik Indonesia, maka tidak lagi banyak tinggal di Istana Gedung Dalom. Meski demikian mereka tetap merawat Istana Gedung Dalom tanpa menempatkan orang khusus untuk itu, karena masyarakat sekitar sudah dengan sendirinya merawatnya. Bagian belakang Istana Gedung Dalom kini juga didirikan bangunan baru yang disatukan dengan Istana Gedung Dalom. Dulu antara rumah belakang dan Istana Gedung Dalom tersela sebuah halaman terbuka. Di sisi kanan belakang dibangun ruangan dapur. Daerah ini berhawa sejuk karena berada di pegunungan lereng Humatang Sulang (Gunung Pesagi). Pada sisi timur Istana Gedung Dalom terdapat sebuah pemakaman. Pada bagian bawah lagi, di tepi sebuah tebing curam dengan mata air jernih sepanjang tahun, terdapat makam tua maqom dari Umpu Ratu Selalau Sanghyang Sangun Gukhu Gelar Sultan Umpu Ratu Selalau Sanghyang Sangun Gukhu, Sultan (Raja) Kepaksian Sekala Brak keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi bersama sejumlah makam lainnya yang ditandai tonggak-tonggak nisan. Pohon rindang meneduhi dan tempat yang terlindung dalam rimbunan semak dengan jalan setapak ke lokasi itu. Maqom  Umpu Ratu Selalau Sanghyang Sangun Gukhu ditandai dengan batu nisan dengan batu krast/kapur (Batu Biyuh) keras dengan bentuk dan goresan ukiran. Goresan Ukiran itu berupa garis yang sambung dan melintang seperti menyimbulkan sesuatu. Sangat mungkin, goresan itu merupakan deformasi bentuk huruf sistem tulisan paling kuno yang diketahui sejauh ini, di belakang Istana Gedung Dalom terdapat pula pacukh pitu (salui pitu) dan lembah sekala brak persawahan tempat menanam padi rakyat Sekala Brak yang sangat luas.

Tampak Luar

  1. “Kawik Buttokh” (bentuk atap/bubungan) yang menuju pada satu titik, sebagai simbol Istana Gedung Dalom bahwa dalam adat SaiBatin hanya ada satu orang pemilik yaitu Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) dan simbolisasi dari keesaan Allah swt.

2. Tangga depan terletak ditengah-tengah bangunan, menandakan bahwa bangunan ini merupakan istana Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian), sedangkan rumah para Raja Suku/Jukku tangga terletak disebelah kanan bangunan rumah dengan menggunakan bangunan anak (beranda kecil).

3. “Cagak” yang berbentuk kayu hakha merupakan ornament yang tidak umum terpasang pada sudut rumah bagian luar rumah teradisional adat lainnya, terdiri dari empat lekuk, demikian juga bola-bola sebanyak empat buah, dan semua jenis ukiran yang terdapat pada “cagak” tersebut serba empat, hal tersebut melambangkan keberadaan Empat Kepaksian Sekala Brak, yang maksudnya menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi.

  1. Ruangan Ruangan

2. Ruang depan disebut beranda

3. Terdapat dua pintu masuk, pintu yang ditengah bernama “khangok Dalom” pintu yang disebelah kanan bangunan bernama “khangok sang khaja mulang”

4. Ruangan berikutnya disebut “lapang luakh” tempat Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian menerima tamu.

5. Setelah “lapang luakh” ada ruangan yang lantainya relatif lebih tinggi disebut “lapang Margasana” tempat paling terhormat di Istana Gedung Dalom, di Margasana ini ada Singgasana Sultan/Saibatin Raja Adat Dikepaksian yang semuanya serba pitu/tujuh.

6. Kasur pedanginan 7 lapis

7. Jambat agung 7 lapis

8. Kelambu 7 lapis

9. Lalangsi 7 lembar

10. Laluhukh bejuttai/makai tikhai Filosofinya bahwa adat SaiBatin sangat dekat dengan alam, Tuhan menciptakan 7 petala langit dan 7 petala bumi, tujuh benua dan 7 samudera, 7 warna pelangi dan 7 rupa bidadari.

11. Terhubung dengan ruangan Margasana ada “lapang Khatu” yaitu ruangan untuk YM Permaisuri.

12. Dalam bangunan utama Istana Gedung Dalom hanya terdapat dua kamar yaitu kamar Utama disebut “Bilik Kebik Dalom” dan pintunya disebut “khangok kebik” kamar kedua disebut “bilik tebelayakh” dan pintunya disebut “khangok dayang pemapah”

13. Ruangan belakang disebut “sekhudu” dan pintu keluar kebelakang disebut “khangok dadakhi mandi”.

Margasana Singgasana Khusus Sultan, Permaisuri serta Putra Mahkota Kepaksian.

Kegiatan yang diadakan di Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Sebagai berikut

  1. Sebagai Pusat Pemerintahan.

2. Sebagai pusat pengembangan karakter dan masyarakat adat

3. Sebagai pusat pengenalan dan pengetahuan dari pada nilai-nilai kesetiaan keberanian kesejahteraan cinta tanah air.

4. Sebagai pusat membangun kebangsawanan

5. Sebagai pusat untuk mencatat sejarah, peradaban.

6. Sebagai pusat Central kegiatan keagamaan

7. Sebagai pusat untuk pendidikan halok ganggu, jujjokh, tata karma, sopan santun, tata bahasa, tata busana.

Adapun bangunan penunjang terdiri dari”’

  1. Sebelah barat: Lamban Bandung dan Lamban Kagungan.

2. Sebelah timur: Anjungan Dalom dan Lamban Kekhatun.

3. Sebelah utara: Lamban Pekuon dan Lamban Akad Jaman.

4. Sebelah selatan: jengan nyunjong.

Seketsa Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak

Istana Gedung dalom adalah salah satu tanda kebesaran Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak karena Istana Gedung Dalom ini diwariskan dari para pendahulu dan terus terawat hingga sekarang. Bahkan diceritakan bahwa letak Istana Gedung Dalom pada awalnya sejauh sekitar 15 kilometer dari tempat sekarang berdiri di Pekon Balak Batu Brak Lampung Barat. Pada waktu memindahkan, Istana itu tidak dicopot atau dibongkar dulu melainkan diangkat ramai-ramai dan dibawa perlahan-pelahan menuju lokasi sekarang. Gempa dan kebakaran pernah menimpa Istana Gedung dalom, sejumlah kerusakan pernah dialami. Namun Sai Batin dan masyarakatnya terus melestarikannya.

  1. Pagar Istana Gedung Dalom Luas +- 10.000 Meter Persegi

2. Istana Gedung Dalom +- 5.000 Meter Persegi

3. Sat Dalom

4. Makam Tambak Bata +- 1.000 Meter Persegi

5. Gardu Besar +- 500 Meter Persegi

6. Pacukh Pitu/Salui Pitu

7. Pintu Samping Kiri

8. Pintu Samping Kanan

9. Gerbang Utama Istana Gedung Dalom

Gerbang Utama Istana Gedung Dalom dan Sat Dalom

Kegiatan yang di laksanakan pada Taman Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong Sekala Brak

  1. Upacara adat Tayuh Bimbang Paksi Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak.

2. Budaya Sekura Cakak Buah setiap syawal.

3. Upacara Penyambutan tamu kehormatan Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak.

4. Malama Pitu Likukh yaitu melakukan benderang negeri dengan membakar batok kelapa pada malam 27 Ramadhan dalam rangka menyambut malam lailatul qodar.

5. Melakukan upacara pengukuhan Raja/Dipati Kepala Suku/Jukku dan jajarannya,

6. Bedu’a Buka yaitu syukuran seusai melaksanakan Ibadah puasa Ramadhan

7. Dan Lain Sebagainya.

Pesanggrahan Istana Gedung Dalom

SAT DALOM Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Terletak di Sebelah Kanan Istana Gedung Dalom Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak, tempat peristirahatan bagi para sultan dan keluarganya saat berada di luar istana utama, Ukuran Bangunan 20 x 40 M, tahun Renovasi terahir 1991.

Pemandian istana gedung dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak

Pacukh Pitu terletak di belakang Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak yang sumber mata airnya berada dibawah Tambak Bata/makam Sai Batin/Sultan Sekala Brak Ukuran 7 x 9 M Pancuran Perempuan dengan 4 Pancuran 1×2 Ruang Ganti 2×1 Kamar Kecil/WC, 6×7 Pancuran Laki-Laki dengan 3 Pancuran  1×2 Ruang Ganti 2×1 Kamar Kecil/WC. Renovasi terahir Tahun 1991.

Keputren istana gedung dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak

Ruang Tengah Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak adalah Tempat tinggal para wanita dan putri sultal Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23 luas tanah dan luas bangunan 8 x 20 M Renovasi terahir tahun 1991, Ruang atas bagian belakang 10×20 M tempat tinggal para wanita keturunan Pangeran Maulana Balyan Gelar Sultan Sempurna Jaya.

Keputren ISTANA GEDUNG DALOM Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, pada saat perhelatan adat ruang ini tempat dudunya para Batin dari Khaja jukuan Paksi.

Benteng istana gedung dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak

Benteng Pada Era Sultan Pendahulu adalah Siring lebar 5-8 M Kedalaman 2-3 M dan panjan 1200- 1500 M saat ini di tengah perkebuna kopi masyarakat sebagian telah tertimbun menjadi badan jalan dan Bangunan Rumah terbentang sepanjang 4 Pekon/desa, Desa Kotabesi, canggu, pekon balak dan kegeringan Berahir di Pekon/desa Pekon Awi kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, samapai saat ini belum pernah di Renovasi yang perkebunak kopi masyarakat masih terjaga dan utuh, Banteng yang dibelakang Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Adalah Tebing dan jurang yang sangat teramat dalam.

Benteng zaman Tahun 1776 Masehi

Tempat Ibadah (Masjid)

#Tempat Ibadah Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, nama tempat ibadah tersebut MASJID AZZAURAH KEPAKSIAN PERNONG Luas Tanah 5000 M3 Luas Banguna 2000 M3 Lokasi Pekon Canggu Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Tahun Renovasi Terahir 2005.

#Tempat Ibadah Istana Gedung Dalom Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak, nama tempat ibadah tersebut MASJID ARRAHMA KEPAKSIAN PERNONG Luas Tanah 2000 M3 Luas Banguna 2000 M3 Lokasi Pekon Kegeringan Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat.

Warisan Kejayaan

Negeri Sekala Brak telah menjadi sumber inspirasi kejayaan masa lalu bagi bangsa-bangsa Nusantara pada abad-abad berikutnya.

*Regalia (Simbol Pemegang Pucuk Tertinggi di dalam Adat)

Di Sekala Brak Pemegang Pucuk Tertinggi di dalam Adat adalah pemegang pusaka milik Sultan,Para Umpu, Ratu, Pendahulu Animisme Sekala Brak Kuno, sebagai berikut :

Pusaka Simbol Pemegang Pucuk Tertinggi di dalam Adat

#Tunggul sultan iskandar zulkarnain Milik dari Sultan Iskandar Zulkarnain Gelar Sultan Yang Dipertuan, Keturunan lurus Tertua dar Garis Ratu adalah Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. Brigjen. Pol Pada Tahun 2015.

#Tunggul ratu mumelar paksi Milik dari Umpu Ratu Memelar Paksi Gelar Sultan Mumelar Paksi, Keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Brigjen. Pol Pada Tahun 2015.

#Tunggul Umpu Ratu Ngegalang Paksi Gelar Umpu Ngegalang Paksi.(Yang Dipertuan Ke-3) (Yang Dipertuan Ke-7) umpu ratu selalau sanghyang sangun gukhu Milik dari tunggul umpu ratu selalau sanghyang sangun gukhu-Waliullah Penyebar Agama Islam dan sekaligus Raja yang bertahta, Gelar Sultan Umpu Ratu Selalau Sanghyang Sangun Gukhu, Keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak Paduka YM SPDB Brigjen. Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syahpernong,S.H.,M.H Gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Brigjen. Pol Pada Tahun 2015.

#Keris rakian naga batu handak milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Keris Rakian Naga Batu Handak sebagai Simbol Penobatan Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Brigjen. Pol Pada Tahun 2015.

#Pedang ringgau milik dari Umpu Ratu, Pangeran, Sultan, Yang Dipertuan Bali Pangeran Hajji Habbiburahman Gelar Pangeran Sampurna Jaya Dalom Permata Intan Tahun (1879), Keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Rakian istinja darah (belambangan) milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi..

#Tongkat pembesar negeri milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Keris alif jaya milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Keris tunggang menang milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Pemanohan setegak bumi milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Rakian surya penantang milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Pedang semilau milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Tombak petakha lima milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.

#Pedang Alip, Peninggalan milik dari Umpu Ratu, Yang Dipertuan, Pangeran, Sultan, Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi., pada saat ini pembukaan pedang alip adalah Dalam Upacara Adat dikeluarkan, dimasuk kan Pedang Alif simbol pertanda dibuka dan di tutupnya upacara kebalakan/keagungan Sultan Sekala Brak.

#Pedang inggris

#[[Laduk|Pedang Semilau]]

#[[Gong Gajah Mekhu]]

#Pedang tabuh jakhang

#Pedang selalau

#Pedang cekhita mamela

#Pedang berbaris

#Pedang punggawa

#Pedang tamil

#Pedang lidah api

#Pedang pn ringgau

#Pedang batu kappak

#Pedang kawal saibatin

#Pedang kawal ratu

#Tongkat pn ringgau

#Tunggul para umpu ratu

#Tunggul bendera tengah para umpu ratu

#Tunggul Umpu Ratu Selalau Sanghyang Sangun Gukhu

#Tumbak bendekhang Umpu Raja Dunia Gelar Umpu Raja

#Tumbak sejagat Para Umpu Ratu

#Tumbak sejunjung Para Umpu Ratu

#Tumbak berbaris Para Umpu Ratu

#Punggawa Para Umpu Ratu

#Payan hamakha Para Umpu Ratu

#Tumbak tumbuk khata Para Umpu Ratu

#Tumbak senggiling Para Umpu Ratu

#Tumbak siakh belang Para Umpu Ratu

#Tumbal kawal khatu Para Umpu Ratu

#Trisula kawal saibatin Para Umpu Ratu

#Trisula kawal khatu Para Umpu Ratu

#Gippul dalom Para Umpu Ratu

#Pengukkop Para Umpu Ratu

#Meriam Peninggalan Sultan Pendahulu keturunan lurus dari Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. Di Istana Gedung Dalom

#Payan simuli/Payan duakha

Dahulu nama payan simuli adalah payan duakha, payan duakha adalah sebuah tombak pusaka yang dipegah oleh hulu balang bernama sianggah anggah keturunan dari sianggah anggah ini ada di pekon kegeringan, sianggah anggah ini ada dipintu gerbang gedung dalom kepaksian pernong pada saat itu istana gedung dalom kepaksian pernong berada di hanibung Batu Brak yang biasa disebut mandi angin, payan ini didapat oleh sianggah anggah dari Gunung Pesagi, pemberian dari ratu pesagi untuk menjaga keturunan dari pada umpu pernong sekitar lebih kurang pada tahun 1922 terjadi keributan karena ada harimau yang masuk ke batu brak semua para pendekar turun membawa duakha ini sai batin pada saat itu adalah Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja, Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja turun dengan membawa payan simuli Pada saat itu ratusan rakyatnya tidak memperbolehkan Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja untuk turun langsung menghadapi harimau tersebut akan tetapi Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja tetap turun menghadapi harimau tersebut dan harimau tersebut ditemukan oleh Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja di pinggiran daerah batu brak dan harimau tersebut sudah dikerumuni para pendekar, hulu balang, pemberani dan rakyat sekala brak pada saat itu Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja memerintahkan para pendekar, hulu balang, pemberani dan rakyat sekala brak yang sedang mengerumuni harimau tersebut untuk minggir Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja mencabut sarung payan duakha karena itu pada tahun 1922 saat ini di tahun 2021 sudah 99 tahun beberapa catatan menyatakan bahwasanya payan duakha itu diarahkan keharimau kemudian hariau tersebut mengerung akan tetapi harimau tersebut tidak berani melompat, catetan lain menyatakan harimau tersebut mengerung akan tetapi mulut harimau tersebut terbuka saja dan mulutnya tidak bisa menutup Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja mendekati harimau tersebut dan disekamkan payan duakha kemulut harimau yang sedang terbuka dua hari kemudian harimau itu pergi dan tidak pernah kembali lagi sampai saat ini, setelah diteliti harimau itu harimau perempuan yang masih gadis sejak saat itu payan ini tidak lagi disebut payan duakha disebut payan simuli sampai saat sekarang ini.

Perhiasan Tata Rias Wanita

#Siger Tujuh

#Sanggul Belattung tebak (di belakang)

#Subang giwir

#Kalung Sabik Dinar

#Layang Konci/Sarang konci

#Kalung Papan Jajar

#Kakalan Bangkong tiga susun

#Kalung Gajah Minong

#Pending Bebuduk (di dalam)

#Gelang Peruncung

#Gelang Katai

#Kebaya Panjang Bunga/Bintang Tabur Warna Merah

#Selempang Jung sarat

#Tapis Jung sarat/cucuk handak/cucuk rebung

#Ikat Pinggang kebesaran Kepaksian

#Pemanohan

*Perhiasan Tata Rias Laki-Laki

#Tukus Belalai Berekor

#Layang Kunci

#Kalung Papan Jajar

#Kalung Sabik Gajah minong

#Jas Tutup Bunga/ Bintang Tabur Warna Merah

#Gelang Geruncung

#Pending Bebuduk

#Pemanohan

#Selempang Jung sarat

#Kain Selempang kanan

#Celana Hitam

#Ikat pinggang kebesaran Kepaksian

#Stop Bertutup warna merah

*Mahkota Kerajaan Sekala Brak

Tukkus MAHKOTA Kerajaan

 

*Alat Pegang Pakai

Arsip Dokumen Penting tidak dipublikasikan, akan tetapi Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak Bersedia di Verifikasi jika dibutuhkan. Dokumen Alat Pegang Pakai, Oleh Sultan/Saibatin Raja Adat di Kepaksian Sekala Brak.

*Arsip/Dokumen

Arsip Dokumen Penting tidak dipublikasikan

*Situs Megalitik Sekala Brak

#Situs Batu Brak

#Batu Kayangan/Kenyangan (Batu Tegak)

#Batu Ngumbai Kayangan

#Kayu Kepappang

#Batu Simbol Umpu Semula Jadi Gelar Sultan Ratu Semula Jadi

#Situs Batu Raja Maqom Tambak Bata

#Batu Bertulis Hujung Langit

#Batu Kawik Buttokh

#Batu Nisan Maqom Tua

#Batu Simbol Umpu Jadi

*Tanduan

Tanduan merupakan salah satu perlengkapan adat yang menjadi bagian dari tradisi peninggalan nenek moyang suku bangsa Lampung, khususnya di Sekala Brak sebagai tempat bermulanya adat saibatin di Provinsi Lampung. Tanduan merupakan sebuah alat perlengkapan adat yang dihadirkan untuk seorang pimpinan adat saibatin atau sultan yang akan melakukan prosesi perjalanan adat seperti arak arakan atau disebut “ lapahan saibatin”, hingga saat ini perlengkapan adat tersebut masih hal yang terkhusus, sebab tidak sembarang orang bisa memakainya.

*Aban/Awan Gemisikh

Aban Gemisikh/Awan Gemisikh Aban Gemisir merupakan salah satu perlengkapan adat yang menjadi bagian dari tradisi peninggalan suku bangsa Lampung, khususnya di Sekala Brak sebagai tempat bermulanya adat saibatin di Provinsi Lampung. Aban Gemisir atau ada pula yang menyebutnya ”’Awan Gemiser merupakan sebuah alat perlengkapan adat yang dihadirkan untuk seorang pimpinan adat atau saibatin yang akan melakukan prosesi perjalanan adat seperti arak arakan atau disebut “ lapahan saibatin”, hingga saat ini perlengkapan adat tersebut masih hal yang terkhusus, sebab tidak sembarang orang bisa memakainya.”’ Untuk membuatnya dirangkailah kayu dengan bentuk kubus, dibuat pegangan pada setiap sudutnya dan kemudian dihias dengan kain kain pedandanan khas adat saibatin Sekala Brak, untuk ukuran ruang kubus biasanya seukuran yang bisa dimasuki empat orang dewasa, sedangkan kain penghias yang digunakan untuk Aban Gemisir diantaranya adalah kain selindang miwang atau selindang balak kain sulam benang emas ambumbak dan lelangsi, jiwang ratu, dan dibagian atasnya ditutupi dengan kain disebut leluhokh yang berfungsi sebagai penghias dan juga untuk menaungi orang yang berada didalam dari sinar matahari langsung. Adapun kedudukan perlengkapan adat ini adalah sebagai tanda kebesaran seorang saibatin, menunjukkan eksistensi seorang saibatin ditengah masyarakat adatnya, selain itu juga Aban Gemisir ini sebagai wujud kecintaan dan penghormatan masyarakat kepada pimpinan adatnya.

*Lalamak titikuya

Lalamak titikuya khusus milik daripada Saibatin

Lalamak titi kuya, Jambat Agung Lalamak, berupa tikar anyaman daun pandan yang dialas kain panjang dengan dijahitkan. Sedangkan Titi Kuya adalah talam terbuat dari kuningan. Talam ini diletakkan di atas lalamak. Setiap lembar lalamak ditempatkan dua titi kuya. Jambat Agung adalah selendang tuha atau angguk khusus segi empat yang diletakkan di atas titi kuya. Ketiga peralatan upacara adat ini berfungsi sebagai satu kesatuan dalam menyediakan titian atau alas menapak Sai Batin pada saat berjalan memasuki tempat perhelatan setelah selesai upacara arak- arakan. Ketiga alat menjadi satu paket rangkaian, dan biasanya disiapkan lebih dari satu paket sambung sinambung. Tiap alat dipegang sambung menyambung oleh perempuan-perempuan berpasangan, berjajar dan duduk bersimpuh di permukaan tanah. Lalamak-Titi Kuya-Jambat Agung satu rangkaian padu alas langkah SaiBatin. Setelah Sai Batin menapakkan langkah kakinya di atas lapisan tiga alat tersebut, maka perempuan pemegangnya harus membawa alatnya menyambung ke arah depan SaiBatin melangkah. Jangan sampai telapak kaki SaiBatin langsung menginjak tanah sampai dengan tempat duduknya. ”’Lalamak, Titi Kuya, dan Jambat Agung adalah gambaran kesetiaan, pengabdian sekaligus kasih sayang masyarakat adat Sekala Brak terhadap SaiBatinnya. hingga saat ini perlengkapan adat tersebut masih hal yang terkhusus, sebab tidak sembarang orang bisa memakainya.”’ Dalam pedoman pemakaian Lalamak yang ditulis H. Ibnu Hadjar gelar Raja Sempurna disebutkan, Lalamak diletakkan berbaris 12-24 lembar di jalan dengan kain panjangnya di atas. Di atas Lalamak diletakkan Titi Kuya masing-masing dua buah. Di atas Titi Kuya dibentangkan Jambat Agung berupa Selendang Tuha. Namun, apabila Jambat Agung kain angguk segi empat seukuran Titi Kuya maka tiap-tiap Titi Kuya diletakkan satu lembar dan tidak lagi dibentangkan selendang tuha (yang panjang). Rangkaian Lalamak ini dipasang bila Sai Batin mulai berjalan dalam arak- arakan dengan tanda momentum pada saat SaiBatin memasuki Awan Geminsir, Lalamak dipasang. Atau sewaktu Sai Batin keluar dari Awan Geminsir, Lalamak dibentangkan. Perempuan pembawa Lalamak, Titi Kuya dan, Jambat Agung ditugaskan kepada nabbai ni sekedau tayuhan dipilih yang masih muda, lincah, sopan, dan penuh disiplin. Mereka harus bukan perempuan sembarangan. Pada saat kaki Sai Batin menginjak, para pemegang wajib tetap memegang alat tersebut, dilarang ditarik sebelum kaki SaiBatin lewat. Karena salah satu tanda kebesaran dan keagungan Sai Batin terletak pada saat kakinya menginjak lalamak. Setelah kaki Sai Batin lewat (ngejapang) baru diangkat dan dibawa berpindah ke posisi berikutnya. Penattap Imbukh Tongkat Sangga Baya Tongkat Sangga Baya dikenal sebagai Penattap Imbukh. Di Sekala Brak tidak dikenal Penattap Imbukh Jukkuan. Tongkat Sangga Baya ini berfungsi sebagai penujuk arah perjalanan. Tongkat ini salah satu tanda kebesaran Sai Batin dan hanya dipakai dalam prosesi arak-arakan Paksi. Hanya Sai Batin yang boleh menggunakan Penattap Imbukh karena alat kebesaran ini mempunyai sejarah panjang yang sangat khusus. Alat dan Peralatan di Rumah Upacara Nayuh Kehadiran SaiBatin dalam Tayuhan Jukkuan Paksi pada saat Upacara Penattahan Adok merupakan kehormatan dan penghargaan bagi Jukkuan. Apabila Sai Batin hadir, selain alat-alat prosesi adat juga disiapkan alat dan perlengkapan di rumah atau lokasi Upacara Tayuhan. Alat-alat yang disiapkan di rumah itu antara lain:

#Laluhukh Bejutai;

#Kelambu sekurang-kurangnya 5 lapis sampai tak terbatas;

#Kasur sekurang-kurangnya 5 taka (lapis) sampai takterbatas;

#Battal Agung atau bantal besar sebanyak 10-12 buah;

#Lalangsi minimal 5 buah;

#Lappit Pesikhihan sebanyak 2 lembar.

Caccanan Caccanan atau alat pegang-pakai. Caccanan ni Jukkuan Paksi, alat pegang- pakai yang dianugerahkan oleh SaiBatin kepada Jukkuan Paksi. Setiap Jukkuan Paksi mendapat kehormatan untuk naccan (memegang – memakai) alat kebesaran SaiBatin. Penyerahan alat kebesaran Sai Batin tersebut bukan atas dasar senang tidak senang; atau besar kecilnya Jukkuan. Caccanan tersebut ditugaskan kepada Jukkuan untuk dipegangpakai pada saat upacara adat, didasarkan pada pertimbangan:

#Aspek historis Jukkuan;

#Jasa Jukkuan terhadap Sekala Brak dan Sai Batin terdahulu;

#Alat-alat tertentu, seperti Tanduan, dipegang oleh Jukkuan yang masih mempunyai kedekatan hubungan darah dengan SaiBatin.

Ibnu Hadjar gelar Khaja Sempurna menggarisbawahi pentingnya penelitian lanjut perihal Caccanan Ni Jukkuan Paksi agar diperoleh gambaran yang jelas tentang distribusi caccanan ini kepada yang berhak. Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. sendiri menengarai, alat-alat kebesaran SaiBatin dipegang atau dipakai oleh orang-orang yang secara turun temurun bertugas memegang atau memakai alat tersebut. “Bagi mereka ini kebanggaan dan kehormatan, bahkan merupakan bagian dari identitas diri mereka. Tugas ini mereka emban dan pertahankan sebaik- baiknya. Mereka pantang menyerah menjalankan tugasnya. Mereka mempertaruhkan kehormatannya untuk setia mengemban tugas tersebut. Adapun ketentuannya adalah alat dan peralatan yang nantinya terlibat dalam arak-arak prosesi adat (Sai Batin Lapah) menurut SK 1991 tersebut adalah:

#Pedang Pangeran Ringgau, yang menunjukkan kebesaran dan kemahsyuran Pangeran Ringgau pada zamannya.

#Penattap Imbukh, dengan cicca-nya (motto) yang terkenal: Kumaw Nginum Khan Demi Sai Batin. Sejak dulu Jukkuan Kagungan Batin Pekon Awi selalu setia kepada Sai Batin dan rela menyabung nyawa untuk Sai Batin.

#Sepasang Pedang Naga

#Empat pedang tercabut sebagai pengawal terdekat Sai Batin saat prosesiadat.

#Empat tombak tercabut sebagai pengawal Sai Batin saat prosesi.

#Tombak pendek sebanyak 8 bilah.

#Tombak panjang sebanyak 8 buah

#Pedang dan tombak Sandang Mardeheka

#Pedang tidak tercabut sebanyak 4 bilah.

#Tombak tidak tercabut sebanyak 8 bilah

#Pepanji sebanyak 24 kiri 24 kanan ditambah dengan Pepanji lama sebanyak 48 lembar.

#Sepasang trisula 24 bilah.

#Gamolan (gamelan) dan Hadrah (tim rebana)

#Kekhis Penggawa 8 bilah

#Pedang Penggawa 8 bilah

#Awan Geminsir

#Payung Agung 2 buah

#Payung Songsong Kuning (diiring tongkat dan pedang Pangeran Ringgau)

#Payung Khenoh 2 buah

#Lampit Pesikhihan 4 lembar

#Lelamak 24 lembar dengan Titi Kuya dan Jambat Agung

#Tim Tari Pedang Semang Begayut

#Dielu-elukan oleh Terakot-Kekati sebanyak

#Penari (Terakot: 24 perempuan penari kipas; 12 gadis penari pedang; 12 pemuda penari pedang; dan Keketi: 24 gadis penari tanpa kipas

*Hadiah persembahan

#Kawik Buttokh terdapat besi berbentuk Kroon

#Bendera Kebesaran Panji Al-Liwa artinya bahwa Kerajaan Kepaksian Sekala Brak berlandaskan nilai-nilai agama Islam, di dapat oleh Pangeran Dalom Merah Dani Gelar Sultan Makmur Dalom Natadiraja pada  saat berkunjung ke Konstantinopel instanbul pada tahun 1899 dia diberi pepanji ini, dan du’a (2) Pedang Istambul. Pepanji  ini tidak boleh  ditiru/dicontoh oleh Paksi-Paksi Lain Karna ini milik Kerajaan Adat Kepaksian pernong Sekala Brak dan ini adalah khas Kerajaan Adat Paksi Pak Kepaksia Pernong Sekala Brak dan tidak ada di paksi-paksi lain.

#LAMBANG KEBESARAN Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak/Brak.

#2 (dua) Pedang Istanbul

#Piagam Penghargaan

*5 (Lima) Caccanan Warisan Pendahulu

#Ngedok Halok Ganggu (Adab Kepantasan)  “Di sunyin Luk-Liku ni guwaian, sai mbetik-mjahal na haga ti pakai jak di Bahasa, Tutukh, Cakha/Tikkah Laku”.

#Ngedok khabai-khugui (Pilih teduh/Khakhaba) “mawat mubacakh sembakhana Kik lain Hak mawat ti pakai kjuju na kik ti guwai ko”. “sifat sai mjadi Hak ni manusia bubida ngehaguk sifat & Hak ni Malaikat, iblis, binatang”.

#Ngedok khasa Liyom (Teliti/Pestiti, Cermat)  “Wat khasa salah mena dilom ngeguwai ko/ngelapahi hukhik sekhata Adat Pekhniti “. “(mekhabai kelikhu/khilaf)”.

#Mawat Khakhiwa (ILMU PENGETAHUAN) “(Mubani/tegas,mucalak/mucakhedik, kwawa ngakuk keputusan)” (Mawat nyekhai kik mawat Kakhai)  “Nihan na appai takhu di hanggan Pissan bahasa Pintar mkung genok sangu hukhik,  Nihan na ya dapok sehanggan di khua kali (2x) nengan di bahasa Pintar-Pintar appai mubacakh nengah ngelaju ko hukhik”.

#Mawat Bikhi’an/Kesetiaan (Prinsip/Harga Diri) (KEYAKINAN/IMAN) “Nge-Bidi hati Mawat Haga & Nge-Wat ko Bahan Mawat” Wat Lehot sai tersirat dilom ngejaga/makai Adat Saibatin Yaddo Ajaran Agama Islam Adab, Nafsu, Dusa, ilmu, Keyakinan (Halok Ganggu, Khabai-khugui, Khasa Liyom, mawat Khakhiwa, Mawat Bikhi’an/Setia)  Kittu Wat di helok hentakha ni saibakhih khadu Luppak jak hinno dilom hukhik na mawat ngedok nilai Lain Jamma/Anak ni Adat SaiBatin  (Hinno Pegungan Sekindua jak Tyan khuppok sai Puhena).

Undang Undang dan Hukum Adat

Sultan merupakan pucuk pimpinan tertinggi didalam adat istiadat sekala brak dengan sebutan Dudungan Mulia atau Saibatin Puniakan Dalom Beliau dari masyarakat kepada sang pimpinan adat. Segala titah SaiBatin atau Sultan adalah amanat yang musti dijalankan oleh siapapun yang menerima titahnya, seperti termaktub dalam pantun azimat yang berbunyi “ Khiah Khiah Kik Dawah, Kekunang Kak Debingi, Kak Saibatin Mekhittah, Tisansat Kipak Mati “ maknanya adalah sifat kesetiaan masyarakat adat terhadap amanah yang dititahkan oleh sultannya, sekalipun untuk menunaikannya harus mempertaruhkan nyawa. Dalam menjalankan pemerintahan adat, sai batin memiliki struktur adat yang tersusun rapi sebagaimana pranata adat yang diteruskan dari para sultan sebelumnya, Struktur pemerintahan adat di Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak sifatnya bertingkat dari atas hingga bawah, seluruh jabatan memiliki tanggun jawab dan pranata adat tersendiri. Terdapat 7 hierarki gelar dalam Kerajaan Paksi Pak Sekala Brak yang dapat menentukan kedudukan atau jabatan seseorang didalam adat, dimulai dari yang tertinggi yaitu Sultan, Raja Suku/ Jungku/ Jukku, Batin, Radin, Minak, Kimas dan Mas/ Inton. Di dalam Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak, seorang Sultan yang berkedudukan selaku Sultan/RaiBatin Raja Adat Dikepaksian memiliki Pemapah Dalom yang mengurusi bagian internal kerajaan, sedangkan tugas eksternal dipegang oleh Perdana Menteri. Kedudukan Pemapah Dalom biasanya dipercayakan kepada paman atau adik Sultan. Para Pemapah Dalom atau Pemapah Paksi bergelar Raja/Jukuan. Adapun Masyarakat adat  di dalam pemerintahan Kepaksian Pernong terkelompok dalam tingkatan wilayah pehimpunan adat, sebagai berikut:

#Wilayah Adat Jukku dipimpin Kepala Jukku bergelar Raja, seorang raja jukuan memimpin sejumlah orang yang bergelar Batin.

#Wilayah Adat Sumbai dipimpin Kepala Sumbai bergelar Batin, seorang batin memimpin sejumlah orang yang bergelar Radin.

#Wilayah Adat Kebu dipimpin Kepala Kebu bergelar Radin. seorang radin memimpin sejumlah Ragah ( kepala keluarga ).

#Lamban (Rumah/ Keluarga) dipimpin Kepala Keluarga atau Ragah.

Dalam menyelesaikan masalah ditengah masyarakat, berlaku Permufakatan Sidang Adat atau yang disebut “HIMPUN”, diantaranya ada Himpun Keluarga, Himpun Bahmekonan ( dalam satu kampung ), Himpun Kampung Batin ( Tingkat Petinggi Lingkungan Istana ), Himpun Paksi / Marga ( Tingkat Tertinggi yang dihadiri oleh Sultan ). Tata petiti didalam melaksakan himpun sangat diatur, mulai dari busana yang biasanya menggunakan kopiah dikepala serta kain sarung belipat, sikap dan sopan santun, serta tutur kata tersusun. Kedua belah pihak yang sedang melakukan percakapan didalam sebuah himpun menggunakan kata-kata yang penuh penghormatan serta alur pembicaraan yang teratur, percakapan itu biasa disebut “betetangguh “. Hasil dari sebuah musyawarah adat nantinya menjadi aturan yang musti dijalankan setelah diputuskan dan ditetapkan oleh Saibatin.

Tata Petiti Adok ( Gelar)

Adok yang menjadi bagian dari tradisi asli masyarakat Lampung adalah merupakan warisan yang terus disimbangkan ( disandangkan) kepada seorang dari generasi ke generasi. Gelar yang dimiliki seseorang menunjukkan peran dan tanggung jawabnya ditengah –tengah masyarakat, karena dengan menyandang suatu gelar maka sudah selayaknya seseorang membawa kehormatan dirinya, mewujudkan kebesaran gelarnya menjadi sebuah bentuk perilaku dan karya terbaik, serta menjaga nama baik keluarganya sebagaimana gelar yang diwariskan padanya itu telah memeberi kebesaran dimasa lalu. Terdapat tata aturan adok yang harus tetap dihormati dan dijalankan hingga kapanpun. Wujud tata petiti adok dipersonifikasikan menjadi “tungku” yaitu tiga buah batu perapian, dimana letak dan posisi ketiga batu itu harus saling berkesesuaian, tidak akan dapat digunakan jika salah satunya tiada. Kaidah adok itu berbunyi sebagai berikut, “Adok Nitutuk Tutokh, Tutokh Nutuk Di Jujjokh” artinya Gelar diikuti Panggilan, Panggilan ikut kepada Kedudukan/Nasab/Garis Keturunan.  Ketiga hal tersebut saling terkait satu dengan yang lainnya.

Adok (Gelar)

Adok diartikan dengan Gelar, dianugerahkan kepada seseorang setelah menginjak jenjang pernikahan dan dilekatkan kepada seseorang melalui prosesi adat butettah didalam rangkaian upacara adat atau Tayuhan. Diwilayah tanoh unggak sekala brak, adok memiliki hierarki atau tingkatan sebagai berikut:

#Sultan ( untuk Saibatin Raja Adat di Kepaksian )

#Khaja dibaca (raja) / Dipati.

#Batin.

#Radin.

#Minak.

#Kimas.

#Mas / inton.

Setiap jenjang adok memiliki “ rukun pedandan” atau ketentuan adat tersendiri yang dilarang dipakai oleh adok lain, melekat bagi dirinya tatanan adat mengenai “alat di lamban, alat dibadan , dan alat dilapahan”. Oleh karena kekhususan tatanan tersebut, dengan melihat tatanan yang dikenakan seseorang, maka dengan mudah dapat diketahui kedudukan dan adoknya.

Tutokh / Tutukh (Panggilan)

Masyarakat adat Lampung dalam berkomunikasi sangatlah mengedepankan etika sopan santun sesuai tata petiti adat yang ada, diantaranya dalam hal panggilan atau tutokh yang harus disesuaikan dengan adok seseorang.

#Tutokh “ Pun “ ( pria ) dan “ Kaka Ratu “ ( wanita ) adalah panggilan kepada kakak tertua bagi keluarga Sai Batin atau yang beradok Sultan / pangeran / Dalom. Dan untuk tutokh kepada orang tuanya adalah Pak Dalom dan Ina Dalom. Secara umum tutokh untuk seorang Sultan adalah Puniakan Dalom Beliau.

#Tutokh “ Atin” adalah untuk panggilan kepada kakak tertua bagi keluarga Dipati atau yang beradok Raja. Dan untuk tutokh kepada orang tua nya adalah Pak Batin dan Ina Batin.

#Tutokh “ Dang” ( pria ) dan “ Cik Wo “ ( wanita ) adalah panggilan untuk kakak tertua bagi keluarga Batin. Dan untuk tutokh kepada orang tua nya adalah Tuan Tengah dan Cik Tengah.

#Tutokh “ Udo Ngah “ ( pria ) dan “ Cik Ngah “ ( wanita ) adalah panggilan kakak tertua bagi keluarga dari seorang yang ber adok Radin. Dan untuk tutokh kepada orang tua nya adalah Pak Balak dan Ina Balak.

#Tutokh “Udo” dan “uwo” adalah panggilan kakak tertua bagi keluarga dari seorang yang beradok Minak . Dan untuk tutokh kepada orang tua nya adalah Pak Ngah dan Mak Ngah.

Tutokh “abang dan ngah” adalah panggilan untuk kakak bagi  jenjang di bawah nya . Dan untuk tutokh kepada orang tua adalah Pak Lunik dan Ina Lunik, Pak Cik dan Mak Cik.

Jujjokh (Keduduka)

Jujjokh dapat diartikan sebagai kedudukan. Ada beberapa macam ketentuan mengenai jujjokh yaitu Adok Sultan berkedudukan sebagai Saibatin Paksi, seorang beradok Raja memiliki kedudukan sebagai kepala jukkuan atau suku, seorang Batin memiliki kedudukan sebagai kepala sumbai, seorang Radin berkedudukan sebagai kepala kebu, adok Minak / Kimas / Mas berkedudukan sebagai Ragah atau kepala keluarga. Dalam tata petiti adat, sejatinya seluruh adok adalah mutlak anugerah dari Pimpinan Adat Tertinggi yaitu Sultan atau SaiBatin, meski demikian adok juga dianugerahkan mempertimbangkan atas jasa seseorang kepada adat. Sai Batin mengambil keputusan bukan tanpa dasar dan menutup diri atas aspirasi dari bawah. Untuk seseorang yang akan diberi adok Para. Raja / Depati berkewajiban menyusun angkat tindih ( tingkatan ) status anak buah seoseorang tersebut, untuk kemudian dilaksanakan musyawarah atau disebut Himpun/Hippun. Para kepala Jukku berkewajiban menyusun akkat tindih (tingkatan) status anak buah yang akan diberi gelar. Akkat tindih itu kemudian dimusyawarahkan dengan raja-raja Kappung Batin. Pengusulan pakkal ni adok ini harus menimbang gelar dari ayahnya (lulus kawai); cakak adok (naik tingkatan gelar) dan adanya pemekaran Jukkuan. Hasil musyawarah diserahkan kepada Sai Batin melalui Pemapah Dalom/Pemapah Paksi untuk dimintakan persetujuan. Apa pun keputusan Sai Batin itulah yang harus diterima. Jika seorang menyandang adok yang tidak sesuai tata adatnya maka masyarakat mengistilahkan dengan “ Busuk Huwak ” atau memakai baju yang ukurannya kebesaran sehingga terlihat janggal dan tidak pantas maka menimbulkan “ Upok Bujuk “ atau cemo’ohan masyarakat atas perilaku tersebut. Masyarakat adat Lampung yang memegang teguh tata petiti adat saibatin  “ Pandai Dihejonganni Dikhi” yang berarti faham letak dan peran dirinya dalam masyarakat adat untuk senantiasa berbuat yang terbaik sesuai kapasitas diri. Negeri baru bentukan dari Si Bulan (Buay Bulan) atau Putri Indarwati yang berasal dari Sekala Brak  mendirikan negeri yang baru diluar Bumi Sekala Brak yaitu di daerah Tulang Bawang.

Upacara dalam Kesatuan Proses Kehidupan

Upacara adat dalam masyarakat Sai Batin Kepaksian Pernong, tidak terpisahkan dengan proses kehidupan sehari-hari. Artinya, upacara selalu terkait dengan tahapan-tahapan kehidupan. Tidak dijumpai upacara yang berkait dengan hari-hari peringatan tertentu, hari-hari besar tertentu. Upacara adat terkait kehamilan, kelahiran, khitan, pernikahan, dan kematian. Upacara pemberian gelar pun kebanyakan dikaitkan dengan perhelatan suatu keluarga dalam koordinasi para Kepala Jukkuan. Apabila Sultan dan Ratu datang langsung atau mengirim utusan, maka akan ada upacara penyambutan melalui tradisi penghormatan tertentu. Semua upacara itu telah memiliki baku tatacara yang lengkap.

Penattahan Adok dan Nayuh

Salah satu upacara yang cukup penting dalam masyarakat adat Kepaksian Pernong adalah Upacara Pemberian Gelar atau Penattahan Adok. Proses Penattahan Adok dilaksanakan bersamaan dengan berlangsungnya sebuah pesta perkawinan (nayuh) yang diselenggarakan oleh salah satu Jukkuan dalam Sekala Brak. Prosesi puncak berada di tengah acara resmi nayuh dan disaksikan oleh para Raja Kepala Jukku dari Jukkuan Kappung Batin maupun Jukkuan lain dalam Sekala Brak. Kehadiran SaiBatin dalam Penattahan Adok ini sangat diharapkan, baik oleh yang sedang punya hajat nayuh maupun masyarakat adat Sekala Brak. Kehadiran Sai Batin di tengah mereka dianggap sebagai anugerah. Urutan acara pada Upacara Penattahan Adok, Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. menyebut secara garis besar:

#Pembacaan Surat Keputusan SaiBatin yang berisi ketetapan gelar dibacakan oleh Pemapah Dalom atau salah seorang Raja Jukkuan Kappung Batin yang ditunjuk. Dilanjutkan pembacaan nama dan gelar yang akan dianugerahkan.

#Petugas Penattah membaca nama dan gelar yang diberikan disertai Penabuh Canang, yang bertugas memukul canang pada saat-saat tertentu dalam rangkaian pengumuman nama dan gelar.

Mereka ini terus didampingi Pembaca SK SaiBatin dan seorang Raja Jukkuan dari dusun yang sedang menyelenggarakan Tayuhan sebagai saksi. Petugas Penattahan Adok ini berpakaian adat lengkap: tukkus, jas tutup, serong gantung kanan, kain buppak, dan keris serta seperangkat canang. Tata urutan Penattahan Adok secara garis besar adalah sebagai berikut:

Petugas Penattahan Adok menghadap Sai Batin atau yang mewakili untuk minta izin dan perkenan guna mulai menjalankan tugasnya. Petugas duduk

dengan posisi Hejong Sumbah, duduk di atas dua kaki yang dilipat di belakang sedangkan badan berada di atas kaki kiri, bukan di atas lantai. Setelah duduk, petugas terlebih dahulu meletakkan keris pusaka yang dibawanya, letak pangkal (tangkai) keris ke arah SaiBatin. Setelah meletakkan keris, petugas baru melakukan penghormatan kepada SaiBatin dengan mengangkat ke atas kepala kedua belah telapak tangan dirapatkan/ditangkupkan. Selesai menghaturkan sembah. petugas penattah menyampaikan maksudnya dan melaporkan tugasnya. Setelah mendapat jawaban dan perintah SaiBatin, petugas kembali memberi sembah. Petugas penattah adok segera menuju tempat upacara. Canang dipukul. Petugas penattah mulai berbicara di depan hadirin. Ia menyampaikan salam kepada SaiBatin dan hadirin dengan bahasa yang khusus. (Butattah). Materi yang harus disampaikan dalam butattah :

#salam dan tangguhan atau alasan keberadaannya selaku petugas petattah;

#kilas balik sejarah kebesaran Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak dalam memimpin warga  dan kabuayannya;

#memperkenalkan Jukkuan yang mengadakan hajatan dan figur para calon penerima gelar;

#pelaksanaan pemberian gelar disertai harapan agar adok yang diberikan selalu dipakai dalam penyebutan hari-hari berikutnya;

#salam dan pamit kepada SaiBatin dan hadirin. Selesai langsung kembali menghadap Sai Batin, menghatur sembah, melapor bahwa telah selesai menjalankan tugas, dan setelah mendapat perkenan Sai Batin petugas kembali ke tempat semula. Proses Pentattahan Adok berakhir. Dilanjutkan acara lain- lain.

Acara Urutan Prosesi

Adat tradisi proses penyambutan SaiBatin dalam Tayuhan Jukkuan telah turun temurun dilakukan. Telah pula terjadi perubahan dari waktu ke waktu. Terakhir, Sai Batin telah menetapkan urutan prosesi secara lengkap sebagai berikut: Seperti halnya Penyambutan SaiBatin pada Tayuhan Jukkuan Gemutukh Agung Kageringan, pada tanggal 7 Oktober 2003. Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. memerintahkan pada Jumat, 3 Oktober 2003 bahwa urutan upacara tersebut ditentukan urutan-urutannya. Raja Sempurna dan Raja Mega menerima perintah dimaksud. Dalam catatan Raja Sempurna, prosesi arak- arakan meliputi SaiBatin menunjuk Raja Alamsyah II Suka Rajin Kageringan sebagai Pepatih Arak-arakan.

Acara Urutan Arak-arakan

Sebelum SaiBatin tiba di lokasi, seluruh yang terlibat harus sudah siap di Lokasi Saat Sai Batin tiba di lokasi disambut oleh:

#Pepatih Arak-arakan

#Payung Songsong Kuning dipegang oleh Jukkuan Kekhatun

#Pembawa Pedang, 4 bilah.

#Pembawa Tombak, 4 bilah

#Jajakh Itton

Payung Agung Songsong Kuning, Parajurit Pedang, Prajurit Tombak, Pepatih Arak-arakan dan Kabayan mengiring SaiBatin dari sejak turun dari mobil hingga masuk ke Awan Geminsir. Di kiri kanan Awan Geminsir telah berbaris Jajakh Itton Meranai Margaan mendampingi Jajakh Itton seluruh Jukkuan Marga. SaiBatin memasuki Awan Geminsir Alat kebesaran SaiBatin semua berada di posisi masing-masing. Kabayan, Jajakh Itton Jukkuan berikut Jajakh Itton Meranai lainnya serta Babbay berjalan mengikuti Awan Geminsir. Setelah dilaksanakan Tari Pedang Samang Begayut. Arak-arakan bergerak berjalan. SaiBatin berjalan dalam Awan Gemisir tanpa Lalamak. Sambil terus berjalan, prosesi menyajikan gerak tarian, bunyi-bunyian yang meliputi:

#Terakot – Kekakti;

#Pencak Silat;

#Gamelan ditabuh;

#Hadrah (rebana) dimainkan;

#Muli Meranai dan Babbay Pantun.

Di titik tempat yang ditetapkan, arak-arakan berhenti. Disajikan Tarian Pedang Semang Begayut, para pemikul mengangkat tinggi-tinggi Awan Gemisir dan SaiBatin keluar dari dalamnya. Langsung SaiBatin berjalan di atas Lalamak yang disediakan khusus baginya. SaiBatin berjalan di atas Lalamak sampai dengan Kelasa. Pada saat itu, SaiBatin diiring oleh:

#4 prajurit berpedang;

#4 prajurit bertombak;

#payung sengsong kuning;

#Jajakh Itton.

Perangkat Arak-arakan dikumpulkan di satu tempat. Bujang Gadis dan Babbai Buar menuju tempat yang disediakan. Pada saat SaiBatin keluar dari Awan Geminsir, melewati Lalamak, menuju Kalasa disambut oleh barisan Raja-raja Jukkuan Marga berpakaian adat kebesaran dan memberi salam adat. Salam adat, kedua telapak tangan diangkat bersama di atas kening. SaiBatin membalas dengan meletakkan telapak tangan kanan di dadanya. Jadi, tidak bersalaman. Di ujung barisan Raja-raja Jukkuan berdiri para Haji dari seluruh Marga berpakaian gamis. SaiBatin memasuki Kelasa. Tetap diiring Payung Agung Songsong Kuning dan pengawalnya sampai di tempat duduk. Payung Agung dan Pengawal berposisi di belakang SaiBatin duduk Setelah SaiBatin duduk di Kelasa, seluruh hadirin duduk. Acara siap dimulai. Diawali Tangguhan kepada SaiBatin oleh yang mewakili Jukkuan Gemuttukh Agung. Setelah selesai Tangguhan, acara resmi dimulai dipandu oleh Pembawa Acara. Seterusnya, acara penattahan berlangsung. Biasanya juga dapat ditambah dengan barisan kehormatan berjumlah 48 orang(24 laki-laki dan 24 perempuan) memakai pakaian teluk belanga, sarung gantung ala Melayu dilengkapi dengan selempang khusus, ikat kepala merah, ikat pinggang warna merah. Pria mengenakan topi model Topi Belulang dilengkapi perisai dari rotan. Pusaka-pusaka Istana dan Pusaka Pribadi Suatu ketika, Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. memperlihatkan sebuah tongkat komando yang cukup panjang. Sekitar 60 cm. Terbuat dari kayu dan terlihat coklat tua mengkilap. Sebagaimana layaknya tongkat komando, memanjang lebih besar sedikit dari ibu jari tangan orang dewasa. Tampak seperti tongkat komando biasa. Tetapi ketika diperhatikan dengan seksama, di sepanjang permukaan tongkat komando terdapat goresan-goresan lembut yang berupa tulisan dalam huruf dan bahasa Lampung. Untuk membacanya, perlu dibersihkan dengan cara dilap menggunakan kain halus secara perlahan dan terus menerus. Setelah itu, ke atas permukaannya diusap-usapkan tepung beras putih. Setelah merata pada bagian yang terdapat lekukan garis huruf akan terisi tepung halus dan permukaan tanpa lekukan akan tetap coklat. Karenanya guratan dan goresan huruf itu bisa terbaca. Konon, berisi pesan-pesan penting dalam menjalankan amanah sebagai pemimpin. Tongkat ini peninggalan para Sai Batin terdahulu dan tersimpan dengan baik sampai saat ini. Disamping keris Istinjak Darah, seperti telah diceritakan pada bagian terdahulu, Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak juga memiliki begitu banyak keris, tombak, dan pedang. Dalam ingatan Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. disamping sejumlah keris pusaka yang tersimpan rapih, kakeknya pernah memperlihatkan begitu banyak keris tanpa penutup, tanpa tangkai pegangan. Besi-besi keris itu teronggok begitu saja di kotak-kotak kayu. Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. kemudian membersihkan dan memperbaiki, melengkapi keris-keris itu. Kini, sebagian dari keris itu sudah diberi sarung dan tangkai yang bagus. Beberapa di antaranya telah dianugerahkan kepada sejumlah Raja Jukkuan, para Penggawa dan orang- orang yang dipandang pantas. Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. sendiri menerima warisan keris pusaka keluarga turun temurun. Semuanya memiliki keelokan dan keindahannya sebagai karya seni budaya bangsa yang sangat tinggi. Semua dipelihara dengan baik oleh Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.  Ada keris yang diberi nama Surya Penantang, keris yang berkali-kali dibawa Sultan Sekala Brak PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi. ke berbagai kesempatan. “Kami bukan mencari-cari tuah keris. Kami hanya menyimpan dan memeliharanya sebagai simbol warisan nenek moyang. Harta budaya yang tak ternilai harganya,” katanya tentang keris-keris utamanya.

Pahlawan Kemerdekaan

#Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi

#Pahlawan Akmal

#Pangeran Maulana Balyan Gelar Sultan Sempurna Jaya

#H. Amoeis

#H Kapten AU. Moh. Bunyamin

#Ling Tajuddin

#H. Kol CKU Tohir Ismail Balaw

#H. Moh Naguib

Pahlawan Nasional yang berasal dari Istana Gedung Dalom:

#Sultan Pangeran Alif Jaya

#Pangeran Dalom Merah Dani

#Pangeran Batin Purba Jaya Bindung Langit Alam Benggala

#Pangeran Purba Gelar Sultan Pangeran Purba Jaya

#Pangeran Dingadiraja Gelar Sultan Pangeran Umpu Diraja

#Umpu Raja Dunia Muda Gelar Sultan Maha Raja Muda

#Umpu Batin Ratu Gelar Sultan Batin Ratu

#Umpu Ratu Batin Sesuhunan Gelar Sultan Ratu Sesuhunan

#Umpu Raja Dunia Gelar Umpu Raja

Tokoh Lampung yang berasal dari Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong Sekala Brak :

#Sultan Sekala Brak PYM SPDB Brigjend Pol. Drs. H. Pangeran Edward Syah pernong,S.H.(2016) gelar Sultan Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi

#Kol.Kav Drs. Gustam effendi.

#H. dr. Chairul Muluk Muis.

#Irjend Pol. Drs. Ike Edwin.SH.MH.

#H. Irjend. Pol. Drs Tomsi Tohir Balaw, M.Si

#H. Kol. AD Kaveleri Topri Daeng Balaw.

Pepatih – pepatih istana gedung dalom

”Putra dan Putri dari Pangeran Maulana Balyan Gelar Sultan Sempurna Jaya Permaisuri Puniakan Ratu Hj. Rochma Syuri Maulana Gelar Ratu Mas Ria Intan Ratu Batu Brak Kepaksian Pernong. Putra Pertama dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#Dalom Putri  Hj. Gurti Komarawati Suami H. Madhasnurin,S.E.

#Gusti Batin DR. Erlina Rufaidah,S.E., Ms.i. Suami Pur. Kol.Kav Drs. Gustam effendi

#Gusti Batin Evi Emiria Suzanna,BSc, SKM.

#Gusti Batin Dra. Dian Christini Suami Ir. Erlan

#Gusti Batin Ir. Linda Kencana

#Gusti Batin Yanny Munawarty,S.T.,MM Suami Dr. Widyatmoko Kurniawan

”Putra Putri dari H. Amoeis Istri Hj. SITI MAISURI Putra Kedua dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#H. dr. Chairul Muluk Muis Istri Hj. dr Endang Susanti, M.Kes

#AKBP.H.Drs. Syahrial Utama Muis M.si Istri Dra. Hj. Farida

#Hj. Irma.S.E.,M.M Suami Ir. H. Putut

#Kol CHK Zulkipli Muis,S.H.,M.H. Istri Letkol CHK Eka Novianti S.H.,M.H.

#Hj Indah Permata BA Suami H.Ir. Fahruddin

#AKBP Pol. Huari Muis,S.E. Istri Irna Nuriwati,S.E.,M.M.

#Cahyadi,S.H. Istri Siti Chamroh,S.H.

#Letkol CHK Hendra Gunawan Muis,S.H.,Msi. Istri AKBP. Pol Henny Wuryandari,S.H.

”Putra Putri dari H Kapten AU. Moh. Bunyamin Istri Maslena Dewi Putra ketiga dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#H. Drs. Beny Anas Bunyamin Istri Iryanti Husen BA (Pemapah Dalom)

#H. Beny Anis Bunyamin, SE.SH Istri Lilik Pristijowati,SE

#[[Ike Edwin|Letjend Pol. Drs. Ike Edwin.SH.MH]] Istri Hj dr. Aida Sofina

#Hendrik Bunyamin,SH Istri Hj Ida Kencana Wati,SE

#Hj Dra. Ummi Lela Yunita Suami M. Ukon Prawirakusumah.Spd

#Hj. Dra. Widya Suami Drs. Nero Kunang

#Hj Dra. Rachmi Fitria Sari Suami H. Drs. Sunandar Mursid Dani.

”Putra Putri dari Hj. Putri Komala Sari Suami Ling Tajuddin,SH Putri pertama dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#Ir Marga Jaya Diningrat Istri Yuniati (Perdana Utama)

#Drs Adi Surya Istri Neni Martini. BA

#Serikit Sekar Sari, SE Suami Catur Setia Nanto

#Lela Tresna SE Suami Johan Iskandar. Msi

#Agung Purnama. SE Istri Yeniza. SE

#AKBP Ulung Sempurna Jaya.Sik Istri Nurul Sita Laksmi.SE

#Tata Suharta Istri Diana Mustika

”Putra Putri dari Ibrohim Istri Hj Paulina Putra keempat dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#Joni Kardono Istri Hj Yuni

#Leni Juwita Suami H. Letkol. CZI Syarif Hidayat

#Edi Irianto Istri Rini

#Rudi Pernong S.H. –

#Eva Maya Sari Suami Aris Yanto

#Unggul Jaya Purnama –

#Yulius Sanjaya –

#Nuraini,S.pd –

”Putra Putri dari Hj. Mariyam Junariah.SM. Perawat Suami H. Kol CKU Tohir Ismail Balaw Putri kedua dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#[[Tomsi Tohir|H. Irjen. Pol. Drs Tomsi Tohir Balaw, M.Si]] Istri H. Niken M.Knot

#H. Andi Wawan. S.E.,Msi Istri Emma Saturday,S.E.

#Hj. Dr.Emilia Tohir Balaw, SPPk,Mkes Suami dr. Yusuf Ahmad Spd, Mkes.

#Kol. AD Kaveleri Topri Daeng Balaw,S.E.,S.Sos, Istri ViedaAmilia h,S.H.

”Putra Putri dari Syamsiar Sifarolla,BA Suami H. Drs Moh Naguib Putri ketiga dari Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi.”

#H.Moh. Boy. Hasmi,S.E. –

#Marina Ariesti,S.Sos Suami Anggie Pratama,S.E.

”Cucu dari Pangeran Maulana Balyan Gelar Sultan Sempurna Jaya Permaisuri Puniakan Ratu Hj. Rochma Syuri Maulana Gelar Ratu Mas Ria Intan Ratu Batu Brak Kepaksian Pernong.”

#Putra Mahkota Pangeran Alprinse Syah Pernong

#Aregina Nareswari Fruzzaurahma Pernong,S.H.,M.H.

#Ferdiyanti

#Reizky Yuslana

#Andriansyah

#Brillyant Asnursyah Ningrat Putra

#Erlita Ledyana

#Chantika Maharani Marla Putri

#Widyan Putra Anantawikrama

Perangkat Adat

*Pengapungan Batin (Kampung Batin)

#Khaja Paksi

#Khaja Akkat Zaman

#Khaja Pendaksa

#Khaja Itton

#Khaja Batin

#Khaja Juhan

#Khaja Diawan

#Khaja Sampurna

*Para bangsawan pembesar adat, saudara angkat sultan/saibatin raja adat dikepaksian yang telah diangkat menjadi pembesar bangsawan tinggi kerajaan adat kepaksian pernong sekala brak

#Dr. H. Iskandar Zulkarnain,M.H. Gelar Radin Kiemas Panji Utama (RKPU)

#Irjen. Pol. Drs. Suntana, M.Si

#Komjend Pol. Purwadi Arianto, M.Si

#Komjend. Pol. Drs. Heru Winarko,S.H.

#DR.(H.C.) H. Zulkifli Hasan,SE.MM

#Puakhi Pungsu Marga Tionghoa jadi Saudara Kepaksian Sekala Brak.

#Hi.Samsul Hadi M.Pd.I.

#7 (tujuh) Penyimbang Adat Pepadun

#Pemapah dalom sultan kerajaan adat kepaksian pernong Sekala Brak.

#Perdana utama kerajaan adat kepaksian pernong sekala brak.

Catetan :  Untuk Pemapah Dalom, Mengkoordinasikan kepada Khaja-Khaja Pengapungan Batin, Khaja-Khaja Suku Wilayah yang ada di Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak dan di luar Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak di Provinsi Lampung, Saibatin Marga Kerabat yang telah mendirikan negeri-negeri baru di wilayah pesisir yang mempunyai hubungan kekerabatan dan kebesaran dengan Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak dan kebesaran-kebesaran Kerajaan Sultan Pendahulu.

Kunjungan Mgr. Yohanes Harun Yuwono Pimpinan Gereja Tanjung Karang Provinsi Lampung Ke ISTANA GEDUNG DALOM

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Prof. DR.KH Said Aqil Siradj,MA berkunjung ke ”’ISTANA GEDUNG DALOM

*”’Kepala suku khaja jukuan paksi Kepaksian Pernong Sekala Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung”’

”Pekon pekon balak”

#Khaja Pendaksa lamban pekuon

#Khaja singgalang lamban lamban lunik

#Khaja wirokusuma Lamban banjakh

#Kaja perdana 2 Lamban bandakh

#Khaja iton 2 lamban lamban balak

#Kaja juhan 2 lamban kagungan

#Khaja sampuna 2 lamban sukamarga

#Khaja bati 2 Lamban bandung

#Kaja diawan 2 lamban gajah minga

#Khaja akat jaman Lamban akkat zaman

#khaja paksi 2 lamban keratun

”Pekon gekhingan”

#Khaja muka 2 lamban suka khajin

#Khaja purba 2 lamban gemuttukh agung

#Khaja nusirwan lamban suka jaya

#Khaja teguh lamban kejayaan

#Khaja alam lamban banjakh masin

#Khaja sukma jaya lamban undokh

#Khaja turja 2 lamban suka jaman

#Khaja utama lamban suka maju

#Khaja simbangan lamban suka mulya

#Khaja alam lamban banjakh masin

#Khaja utakha lamban kedamaian

”Pekon awi”

#Depati khaja wira negata lamaban kagungan batin

#Khaja kuta negara lamaban sukamarga

#Khaja mulya 2 lamban lamban lunik

#Khaja penata negeri lamban sukakhaja

#Khaja susunan 2 lamban bandakh

#Khaja makmur lamban suka makmur bdg

#Khaja permata putra lamban bandakh agung

”Pekon kutabesi”

#Khaja simbangan dalom lamban gemuttukh agung

#Khaja siakh bittang lamban kagungan

#Khaja penimbang lamban sukamaju

#Khaja mashur lamban margasuka

#Khaja semuka dalom II banjakh agung

#Khaja diwa lamban pekuon

#Khaja tana jaya lamban marga jaya

#Khaja timbangan paksi lamban pardasuka

#Khaja imbangan lamban sukabanjakh

#Khaja rangkaian paksi lamban lamban balak

#Khaja simbangan agung lamban sukamaju

#Batin singatti lamban tanjakh agung pekon kekhang

”Pekon kekhang”

#Khaja kekhusun lamban kejayaan

#Khaja sejammbak lamban Sukaj

#Khaja tuanbatin lamban kakhang takhuna agung

#Khaja pemutokh alam lamban gemuttukh agung

#Khaja sindikhan lamban suka khajin

#Khaja pengumbang lamban tanjakh agung

Belappau

#Khaja petukhuh lamban banjakh agung

”Way tenong”

#Batin putro lamban kejadian

#Batin maninjau lamban pekuon kejadian

”Way suluh”

#Khaja pemuka lamban semula jadi

#Batin setia lamban kekhatuan

”Pekon sukabumi”

#Khaja gala putra lamban kejayaan

#Khaja pendawa lamban banjakh masin

#Khaja mangku lamban parda suka

#Khaja utusan lamban lamban balak

#Khaja sudirman lamban sukamejadi

#Khaja salinggang lamban sukakhajin

#Khaja aspagani lamban kagungan

#Khaja penggawa lamban bandung

”Pekon Canggu”

#Khaja bintang lamban margasana

#Khaja nitialam lamban kedamaian

#Khaja similau dalom lamaban banjakh agung

#Khaja semula jaya lamban sukajadi

#Khaja puting marga lamban suka banjakh

#Khaja tunggal lamban sukarame

#Khaja wijaya

#Khaja kusuma

#Khaja duta perbangsa lamban unggokhan batin (juru bicara kerajaan)

#Khaja simbangan lamban Unggokhan dalom

#Khaja umpuan lamban parda suka

Pekon gunungsugih

#Khaja indra bangsawan lamban banjakhmasin

#Khaja ngagittokh lamban banjakh agung

#Khaja kemala lamban sukaraja

#Khaja cakranringrat 2 lamban suka khajin

*”’Dewan Adat”’

Dewan adat adalah Struktur organisasi para khaja-khaja jukuan paksi 30 personil kepengurusan serta keanggotaan nya adalah seluruh para khaja-khaja jukuan paksi yang ada di lampung barat dan sepanjang pesisir tanah lampung yang telah dinobatkan oleh para saibati dahulu dan sekarang.

*Pembesar adat jamma balak saibatin suku marga Kepaksian Pernong Sekala Brak Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung

#Saibatin marga ulu krui

#Saibatin marga way sindi

#Marga tenumbang

#Marga pugung tampak

#Marga pugung penengahan

#Marga pugung malaya

#Magra pidada

#Marga pasakh krui

#Marga ngakhas

#Marga ngambukh

#Marga la’ai

#Marga bengkunat

#Marga belimbing

#Marga bandakh

#Marga pulau pisang

*Pembesar adat jamma balak saibatin suku marga Kepaksian Pernong Sekala Brak Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung

#Kepala suku laila muda jukuan Kagungan pekon balak

#Kepala suku tanjung sari jukuan suka khajin kenyangan

#Kepala suku bittang jukuan margasana canggu

#Kepala suku penggalang jukuan gumitar agung kegeringan

#Kepala suku indra pura jukuan sukajadi kerang

#Kepala suku perbangsa jukuan suka merindu kegeringan

#Kepala suku tutukan jukuan suka maju kegeringan

#Kepala suku dudungan jukuan sukamulya kegeringan

#Kepala suku pilihan jukuan sukasari kegeringan

#Kepala suku kalipah jukuan kagungan II sukabumi

#Kepala suku parsi II jukuan lamban lunik pekon balak

#Kepala suku mulyawan jukuan suka mandi pekonbalak

#Kepala suku unggulan jukuan kejayaan kegeringan

#Kepala suku simbangan jukuan undokh kegeringan

#Kepala suku tamunggung jukuan kagungan kutabesi

#Kepala suku Pasai jukuan kagungan kutabesi

#Kepala suku penyangga jukuan kagungan kutabesi

#Kepala suku muria II jukuan Kagungan kutabesi

#Kepala suku mutar alam jukuan banjar agung kerang

#Kepala suku diawan jukuan kagungan kutabesi

#Kepala suku gunung jukuan gunung sugih

#Kepala suku muda suka jukuan gunung sugih

#Kepala suku mulya suka jukuan banjakh agung gunung sugih

#Kepala suku jaya jukuan suka banjakh kutabesi

#Kepala suku muka jukuan banjakh agung canggu

#Kepala suku pengatur jukuan gemuttukh agung kutabesi

#Kepala suku mulia jukuan gemuttukh agung kutabesi

#Kepala suku penyimbang jukuan gemuttukh agung kutabesi

#Kepala suku indra bangsawan jukuan gemuttukh agung kutabesi

#Kepala suku Negeri agung

#Kepala suku Kedaloman

#Kepala suku talang padang

#Kepala suku banding agung

#Kepala suku Sukaraja

#Kepala suku sukaraja II

*Pembesar adat jamma balak saibatin suku marga Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

#Khaja kumala dewa lamban padasuka

#Khaja utakha lamban kedamaian gemuttukh agung kegeringan

#batin mulya lamban lamban lunik pekon awi

#Batin penyaccang lamban bandakh

#batin pemuka lamban lamban balak keagungan

#batin sepupu lamban lamban lunik sukaraja

#batin saksi lamban lamban lunik sukakhaja

#Dalom pelita marga lamban lamban balak mandawasa

#dalom surya darma lamban jatiagung suka ratu

#dalom pengikhan lamban kademangan sukawangi

#khadin saksi lamban kademangan sukawangi

#batin sampukna jaya lamban lamban balak pekon suka wangi

#Khaja muda sembilan lamban lamban lunik tuala liwa

#batin junjungan lamban lamban balak negeri agung liwa

#pengikhan ogokhan jaman lamban lamban balak mutokh agung

#Dalom akbar sampurna jaya lamban balak sukau

*Pesumbaian 17 Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

Kerukunan pembesar Adat way lima pesumbaian 17 kedondong marga way lima suku-suku sumbai-sumbai yang turun dari sekala brak yang dulu berasal dari sekala brak beberapa kebandakhan di kabupaten pesawaran.

*Saibatin marga way handak Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung

#Saibatin marga ratu

#Saibatin marga dantaran

#Saibatin marga raja basa

#Saibatin marga legun

#Saibatin marga ketibung

*Pembesar adat jamma balak saibatin Marga Teluk Peminggir Kepaksian Pernong Sekala Brak kota bandar lampung yang berasal dari sekala brak”’

#Marga balak

#Marga lunik

#Marga bumi waras

*Pengawal Khusus Putra Mahkota Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung

Marga legun Obie Muzaffar

*Pangglima Kerajaan Adat Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Lampung selatan

#Panglima Tapak Belang

#Panglima Alif Jaya

#Panglima Elang Berantai

#Panglima Sindang Kunyaian

*Komunitas Hanggum Jejama Istana Gedung Dalom

*Pendekar labung angin Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Lampung Barat

Berkedudukan dalam adat sebagai Pendekar labung angin 115 (seratus limabelas) personil

*Panglima, wakil panglima, bahatur, punggawa, Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung

#Palima Pengittokh Alam 1 (satu) Personil

#Wakil Panglima Pengittokh Alam 1 (satu) Personil

#Bahatur 110 (seratus sepuluh) Personil

*Wakil panglima bahatur, punggawa Kepaksian Pernong Sekala Brak daerah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

#Wakil panglima 2 (dua) Personil

#Bahatur 14 (empat belas) Personil

#Punggawa 8 (delapan) Personil

*Bahatur, punggawa kecamatan pagelaran pengittokh alam daerah Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung

#Punggawa 1 (satu) Personil

#Bahatur 14 (empat belas) Personil

Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *