Januari 16, 2022

Sekala Brak.Com

Media Syiber CFJ RASINDO Group Terdepan Dalam Menyajikan Berita-berita Paling Aktual, Cepat, dan Tepercaya.

Kepaksian Sekala Brak

Kepaksian Sekala Brak

Foto Empat Saibatin Paksi Pak Sekala Brak tahun 1991

Kepaksian Sekala Brak adalah kerajaan bercorak Islam di wilayah Lampung sekarang. Kerajaan ini semula bercorak Hindu yang diperkirkan berdiri pada abad ke-3 dan didirikan oleh Suku Tumi. Pada abad ke-13, kerajaan ini mulai mengadopsi agama Islam yang dibawa oleh empat utusan Empat Umpu. Karena rombongan dari samudra pasai masuk minangkabau dan kukim beberapa tahun disana mengembangkan islam di daerah minangkabau pagarruyung, pada saat itu sudah ada komunitas yang diislam kan oleh mujahid pasai. Kemudian mereka bergerak ke muko-muko. Keturumam mujahid yang berasimilasi sebagai putra-putra raja tersebut kita akui yang tua di minangkabau, karena tidak mungkin anak tua meninggalkan tahta, adik-adiknya lah yang lalu meneruskan syiar islam menuju muko-muko lalu ke Sekala Brak.

Sedangkan pada abad sebelumnya Sangkan (abad 12 Masehi) Mucca Bawok (abad 12-13 Masehi) dan Raja terahir di Kepaksian Sekala Brak Kuno seorang Laki-Laki yang bernama Ratu Sekeghummong (abad 13 Masehi ) yang telah di taklukkan oleh mujahid penyebar agama islam yang datang diperkirakan pada bulan Rajab 688 Hijriyah. Di dalam sejarah jaman Kekhalifahan Abbasiyah atau Bani Abbasiyah, keturunan dari Ahlul Bait Sayyidina Hussein menuju pasai yang salah satu nya adalah Sultan Iskandar Zulkarnain keturunan dari Sayyidina Hussein anak cucu dari Sultan Iskandar Zulkarnain berangkat dari pasai syiar Islam menuju pagaruyung mengislamkan salah satu kerajaan di pagaruyung dari Pagaruyung beranjak ke Muko-Muko menyebarkan agama Islam. Kemudian masuk mengislamkan Kepaksian sekala brak Kuno sehingga kerajaan ini lalu disebut sebagai Kepaksian Sekala Brak yang artinya empat pemegang tertinggi di Kepaksian Sekala Brak di perkirakan pada tahun 1289 Masehi.

Kepaksian Sekala Brak masih mewariskan keturunan sampai sekarang yang berusaha melestarikan adat dan budaya Sekala Brak kendati sudah tidak memiliki wewenang secara politik lagi. Namun karena pada saat ini para Sultan Kerajaan menjadi tunduk terhadap Kedaulatan NKRI dan memegang kekuatan-kekuatan yang bersipat Budaya. (Didapat dari sumber terpercaya)