LATAR BELAKANG “GUNUNG PESAGI”

Foto : Dedy T.A.S.T (2021)

Gambar Bendera Kebesaran Kerajaan AL-LIWA,PANJI SYAHADATAIN artinya bahwa Kerajaan Kepaksian Sekala Brak berlandaskan nilai-nilai agama Islam. Bendera ini Sedang di Kibarkan di Puncak Gunung Pesagi Sebagai Simbol bahwa Kepaksian Sekala Bkhak yang membawa islam masuk pertama kali di Tanah Lampung Pengambilan Gambar  pada tanggal 1 Januari 2021. Tugu Kepaksian Sekala Brak. Pada Sekitar abad ke 12-13 tugu ini adalah sebuah batu pada Era Umpu Ratu Yang dipertuan Ke-5 – 7.

Gunung Pesagi, dikenal sebagai salah satu dari 12 gunung yang ada di Provinsi Lampung. dari beberapa gunung pesagi adalah gunung yang mempunyai puncak paling tinggi yang ada di Tanah Lampung. Ketinggian puncak dari gunung ini mencapai 2.262 m bila diukur dari atas permukaan laut. Lokasi Gunung Pesagi sendiri terletak diantara kecamatan Belalau, Batu Brak, Balik Bukit yang masih masuk dalam wilayah Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung. Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan oleh para ahli arkeologi, Gunung Pesagi merupakan tempat bermukim awal yang disebut Suku Tumi yang menganut paham animisme, merupakan cikal bakal Kerajaan Sekala Brak kuno yang berdiri sekitar Sebelum abad Ke 3 M sekitar tahun 100 M hingga 300-400 M. Kerajaan Sekala Brak Kuno adalah Kerajaan tertua di Tanah Lampung penduduk yang berada dibawah kekuasaan Kerajaan Sekala Brak Kuno inilah yang merupakan nenek moyang dari etnis asli Lampung.

Penyebaran agama Islam masuk ke Kerajaan yang ada di Tanah Lampung ini pada sekitar abad Ke-12 s/d 13 M. Penyebaran agama Islam diperkirakan dimulai sejak tahun 1101 M, dengan raja terakhir Kerajaan Sekala Brak kuno yang beraliran animisme, Ratu Sekaghummong. Secara politik kekuasaan Kerajaan Sekala Brak Kuno  yang menganut ajaran Animisme ini berhasil ditaklukkan, Hal ini ditandai dengan terbunuhnya Ratu Sekaghummong yang menolak ajaran islam. Ajaran Islam masuk ke Kerajaan Sekala Brak yang dibawa oleh Empat Umpu Ratu yang bernama:

  1. Umpu Ratu Pernong
  2. Umpu Ratu Nyerupa
  3. Umpu Ratu Bejalan Diway dan
  4. Umpu Ratu Belunguh

Mereka membuat satu kemufakatan diatas Gunung Pesagi untuk menjadikan Sekala Brak sebagai satu negeri yang dibagi menjadi Empat wilayah bagian, yang kemudian dikenal sebagai Empat Kepaksian/ Empat Ke Khalifahan, Paksi artinya Tinggi, Empat pemegang pucuk tertinggi didalam adat ke Empat Sultan ini Tidak Bersekutu Berpisah tidak Bercerai, mulai berdirinya Kepaksian Sekala Bkhak ditancapkan AL-LIWA/PANJI SYAHADATAIN diatas puncak Gunung Pesagi Mulailah Menjadi Kepaksian Sekala Bkhak Pada 27 Rajab Sekitar 600 Hijriyah. Kepaksian Sekala Bkhak adalah yang membawa islam dan masuk melalui sebelah barat Tanah Lampung.

Keturunan Umpu Ratu dari Pasai kemudian ke Pagaruyung dan dari Pagaruyung masuk mengislamkan Kerajaan Sekala Bkhak kuno dan mendirikan monarki yang disebut Kepaksian Sekala Brak dengan lokasi pusat wilayah kerajaan di daerah sekitaran Hanibung/ Kecamatan Batu Brak Saat ini, Bahkan diceritakan bahwa letak Istana Gedung Dalom  setelah dari sekitaran hanibung berpindah sejauh sekitar 18 kilometer dari sekitaran hanibung. Kemudian Istana Gedung Dalom berpindah kembali sekitar sejauh 15 kilometer dari Istana Gedung Dalom saat ini yang berdiri di Batu Brak, Berpindahnya Istana Gedung Dalom itu dari kejauhan sekitar 15 kilometer tidak dicopot atau dibongkar dulu melainkan diangkat ramai-ramai dan dibawa perlahan-pelahan menuju lokasi sekarang Selama 1 (satu) Tahun kisaran tahun 1899.