Desember 3, 2022

Sakala Brak.Com

Syiber Media CFJ RASINDO Group

Monumen Saibatin

Foto Pangeran Edward Syah Pernong, Walikota Bandar Lampung Eddy Sutrisno, Kapolda Lampung.

SEKALA BRAK.COM – Monumen Saibatin adalah monumen pengantin adat Saibatin yang dibangun sebagai sumbangsih BANK LAMPUNG Banknya Masyarakat Lampung, bagi pelestarian Adat dan Budaya dan keindahan Kota Bandar Lampung. Pada jaman Walikota Bandar Lampung Eddy Sutrisno, Beliau mempunyai gagasan membangun monumen SAIBATIN di taman Kota Bandar Lampung, Monumen Saibatin didirikan di pertigaan Jalan Ahmad Yani, Jalan W.Monginsidi dan Jalan Kartini, tepatnya di Kelurahan Durian Payung Tanjungkarang Pusat. Monumen ini diresmikan pada tanggal 15 Juli 2006.

Monumen Saibatin
Foto Monumen Saibatin

Adat Saibatin. Dalam adat SAIBATIN tingkat kebangsawanan seseorang, setidaknya tercermin dari tiga hal yaitu :

  1. Dandanan di badan (Pakaian yang melekat di badan).
  2. Dandanan di lamban (pakaian keagungan yang terpasang di rumah).
  3. Dandanan di lapahan (perangkat keagungan yang menyertai pada saat arak-arakan adat).

Di dalam adat Saibati ada 2 (dua) hal yang utama:

  1. Mejong sesuai di hejongan artinya kita melaksanakan hejongan dan jujjokh harus sesuai dengan kedudukan di dalam adat yang dimulai dari kedudukan tertinggi yaitu Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) hingga ke tingkat kedudukan yang paling bawah gelar Khaja/Depati, Batin, Radin, Minak, Kimas, Mas/inton.
  2. Beguwai sesuai di jujjokh artinya dalam menyelenggarakan acara adat harus sesuai dengan gelar, kedudukan, jujjokh dan bukan di karang-karang atau direkayasa.

Pakaian yang dikenakan pada patung monumen SAIBATIN adalah pakaian adat setingkat Khaja yang derajat kebangsawanannya satu tingkat dibawah Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian). Peresmian dari pada Monumen Saibatin ini pada tahun 2006 oleh Walikota Bandar Lampung Eddy Sutrisno, yang didahului dengan prosesi keagungan ladat SAIBATIN perhelatan adat diselenggarakan oleh Prangkat adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong yaitu dengan menggelar prosesi adat Lapahan Saibatin yang menurunkan dua Aban Gemisikh dan jambat Agung Lalamak Titi Kuya serta sekitar sepertiga atau 200an lebih Pusaka Kerajaan Sekala Brak yang sudah berusia ratusan tahun menyertai arak-arakan Agung lapahan Saibatin Sekala Brak.

Adat Saibatin

Dalam adat ”’SAIBATIN”’ tingkat kebangsawanan seseorang, setidaknya tercermin dari tiga hal yaitu :

  1. Dandanan di badan (Pakaian yang melekat di badan).
  2. Dandanan di lamban (pakaian keagungan yang terpasang di rumah).
  3. Dandanan di lapahan (perangkat keagungan yang menyertai pada saat arak-arakan adat).

Di dalam adat Saibati ada 2 (dua) hal yang utama:

  1. Mejong sesuai di hejongan artinya kita melaksanakan hejongan dan jujjokh harus sesuai dengan kedudukan di dalam adat yang dimulai dari kedudukan tertinggi yaitu Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) hingga ke tingkat kedudukan yang paling bawah gelar Khaja/Depati, Batin, Radin, Minak, Kimas, Mas/inton.
  2. Beguwai sesuai di jujjokh artinya dalam menyelenggarakan acara adat harus sesuai dengan gelar, kedudukan, jujjokh dan bukan di karang-karang atau direkayasa.

Pakaian yang dikenakan pada patung monumen SAIBATIN adalah pakaian adat setingkat Khaja yang derajat kebangsawanannya satu tingkat dibawah Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian). Peresmian dari pada Monumen Saibatin ini pada tahun 2006 oleh Walikota Bandar Lampung Eddy Sutrisno, yang didahului dengan prosesi keagungan ladat SAIBATIN perhelatan adat diselenggarakan oleh Prangkat adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong yaitu dengan menggelar prosesi adat Lapahan Saibatin yang menurunkan dua Aban Gemisikh dan jambat Agung Lalamak Titi Kuya serta sekitar sepertiga atau 200an lebih Pusaka Kerajaan Sekala Brak yang sudah berusia ratusan tahun menyertai arak-arakan Agung lapahan Saibatin Sekala Brak

Sambutan Sultan Sekala Brak Paksi Pernong

Pada kesempatan tersebut, Paduka Yang Mulia (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Drs.Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. Sultan Sekala Brak, berkenan menyampaikan sambutan dan dalam penggalan sambutannya SPDB menganalogikan bahwa:

Sebenarnya berdiri dengan satu kaki kita sudah cukup kuat, namun akan jauh lebih kuat bila berdiri dengan dua kaki, itulah Lampung yang terdiri dari Saibatin dan Pepadun dan diantara keduanya bukan koordinasi melainkan Sinergi, sehingga menjadi suatu kekuatan yang dahsyat sebagai modal awal dalam membangun Lampung. SPDB juga menandatangani prasasti Monumen Saibatin, Terjemahan bebas dari Prasasti tersebut adalah Dibawah langit, di alam dunia, terdapat bumi Lampung yang merupakan tanah Pusaka, Masyarakatnya berasal dari Sekala Brak, menyebar keseluruh Lampung dan daerah sekitarnya guna melanjutkan perjuangan bagi kehidupan yang hakiki. Gelar dan panggilan adat merupakan suatu kebanggaan, dan adat SAIBATIN telah teruji mampu memenuhi kebutuhan kemunitasnya.

Kabupaten Lampung Barat yang merupakan Negeri asal Saibatin, keberadaan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak masih dapat ditemukan utuh di bumi Lampung Barat .