Pakaian adat kebesaran

Busana Adat

Pakaian adat kebesaran penutup kepala Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) yang diperuntukkan mutlak dipakai oleh Saibatin hanya diperbolehkan di pakai untuk Sultan Saibatin Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak disebut Tukkus, tukkus ini adalah simbol kebesaran yang sakral karena tukkus dari pada saibatin ini adalah Mahkota Kerajaan, Mahkota Kerajaan Sekala Brak tersebut berbelalai dan tidak berekor, sedangkam yang beradok gelar khaja dan batin tukkus berbelalai dan berekor. Di way handak kalianda Lampung Selatan tukkus adalah ikat kepala yang pernah di pakai oleh Radin Intan II zaman dahulu kala. Kikat Hanuang bani adalah penutup Ikat Kepala yang dikenakan oleh para Panglima, Bahatur, Punggawa, Perangkat adat didalam adat Lampung Saibatin. Kikat ini menyimbolkan ketangkasan, keberanian pantang mundur. Bentuknya mengibaratkan tanduk “Hanuang”(Kambing Hutan. Kain serong gantung, khusus untuk Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) dikenakan disebelah kiri, sedangkan Khaja dan batin disebelah kanan. Dalam tatanan adat SAIBATIN Paksi Pak Sekala Brak yang berpusat di Kabupaten Lampung Barat penggunaan Tungkus dan kain diatur sebagai berikut :

  1. Tukkus berbelalai tanpa ekor hanya boleh dikenakan oleh Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) dan Pangeran Alprinse Syah Pernong, Putra Mahkota, sedangkan Tukkus yang berbelalai dan berekor hanya boleh dipakai oleh khaja atau batin.
  2. Kain serong gantung disebelah kiri hanya boleh dipakai oleh Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) dan Putra Mahkota, sedangkan kain serong gantung sebelah kanan hanya boleh dipakai oleh yang bergelar/ “adok” khaja dan Batin.
  3. Untuk yang bergelar Radin/khadin memakai sarung gantung yaitu kain yang dipakai sebatas lutut, pinggiran kain bagian bawah disebelah kanan agak sedikit naik dengan penutup kepalanya menggunakan kopiah tapis atau perahu.
  4. Bagi yang bergelar/”adok” Minak dan seterusnya mengenakan sarung “babakh atung” yaitu kain yang dipakai sebatas lutut, pinggiran kain bagian bawahnya rata dan dilengkapi dengan penutup kepala berupa kopiah tapis atau perahu.

Ikat pinggang, Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian) mengenakan “Bebadung Dalom” yaitu ikat pinggang berkepala besar berbentuk bulat telur dengan satu titik ditengah, sedangkan khaja dan batin mengenakan ikat pinggang biasa. Keunikan dari adat SAIBATIN adalah Baik Laki-laki maupun Perempuan sama-sama memegang “Pemanohan”/pusaka yaitu keris, hal ini menggambarkan bahwa walaupun adat SAIBATIN menganut garis Ayah (Patrilinear) namun sang Permaisuri dari Sultan (Saibatin Raja Adat Dikepaksian), Perempuan siap tampil memimpin apabila sang suami/Laki-laki berhalangan.

Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *