Agustus 18, 2022

Sakala Brak.Com

Syiber Media CFJ RASINDO Group

Pangeran H. Suhaimi Pejuang Dan Abdi Negara

Pangeran H. Suhaimi

Sekala Brak. ComPangeran H. Suhaimi salah satu putra terbaik dari bumi Lampung yang berhasil mengukir tinta emas sebagai pejuang dan abdi negara. Pangeran H. Suhaimi salah satu putera daerah yang meninggalkan jejak pengabdian untuk tanah Lampung, baik selaku abdi masyarakat dalam pemerintahan begitu juga sebagai pejuang dalam pertempuran melawan penjajah. Pangeran H. Suhaimi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kedaton Bandar Lampung Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi ialah Sultan di Istana Gedung Dalom.

Tentang Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi :

  1. Pada masa ini pemerintah belanda sudah mulai melunak, salah satunya dengan mengijinkan putranya sekolah di Europa School (ALS) Kemudian jepang berkuasa Pangeran H Suhaimi bersama tiga putranya langsung masuk hutan ber geliria berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
  2. Bupati Perang Lampung Tengah – Wedana Perang Pimpinan perlawanan Rakyat Bukit Kemuning, Lampung Utara, Front Utara , Wedana Krui.
  3. Pada masa revolusi membentuk API ( Angkatan Pemuda Indonesia ) dan masuk Tentara Nasional Indonesia sebagai wedana perang di Lampung Utara, dan sebagai Bupati Perang di daerah Lampung Tengah juga bergerilya di Lampung Selatan.

Tanda Pahlawan dalam perjuangan Gerilya, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, Satya Lencana dalam ikut menumpas G.30 S/PKI, beliau juga mendapat bintang perak dari Gubernur Hindia Belanda atas jasanya menolong rakyat dari musibah gempa bumi tahun 1933, dan surat penghargaan dari Panglima Balatentara Dainipon di Palembang karena membantu dalam perang Asia Timur Raya tahun 1944-1945

Dari Residen Bengkulen, Pangeran Suhaimi mendapat titel Pangeran, hadiah tongkat serta kancing emas, karena jasanya membuat banyak jalan baru serta menambah luas persawahan rakyat. Penghargaan lain berupa tanda jasa diberikan oleh Panglima TT.II Sumatera Selatan.

Atas jasanya untuk negara, Pangeran Suhaimi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bandar Lampung bersama tiga puteranya yang mengikuti jejak kepahlawanan. Ketiga putera Pangeran Suhaimi itu adalah Pangeran Maulana Balyan, Abdoel Moeis, Mayor AU. Moh. Bunyamin. Selain itu keluarga besar Pangeran Suhaimi, yaitu Pahlawan Akmal juga dimakamkan di TMP Baturaja Sumatera Selatan, dan anak dari Pahlawan Akmal yaitu Letkol A. Zawawi dimakamkan di TMP Karet Jakarta.

Pangeran Suhaimi pensiun sebagai Bupati/Pegawai Tinggi Kotaprajaan pada Kantor Gubernur Lampung pada November 1967. Kariernya di bidang pemerintahan dimulai sejak berhenti dari TNI AD dengan pangkat Letnan II dan diangkat sebagai Camat Bukit Kemuning Lampung Utara.

Jabatan camat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ternyata menjadi spesialisnya. Terbukti dengan diangkatnya Pangeran Suhaimi untuk menjadi Camat di Pekalongan, Jabung, Wonosobo, Gedong Tataan, Panaragan, Pakuwon Ratu (Lampung Utara).

Di daerah pesisir bagian barat beliau menjabat Camat Klas 1 dan Camat Pesisir Selatan, kemudian menjadi Wedana Krui. Pernah pula menjadi Wedana Ogan Ulu Baturaja, kemudian selaku Wedana di Kantor Residen Lampung.

Dengan Surat Keputusan Residen Lampung tanggal 13 Desember 1949, Pangeran Suhaimi diangkat sebagai Akting Wedana dan Akting Bupati Lampung Tengah. Beliaulah yang menerima penyerahan daerah atau wilayah Lampung Tengah dari tangan Belanda tanggal 15 Desember 1949.

Kariernya di pemerintahan terus meningkat sesuai dengan pengkatan Mentri Dalam Negeri melalui SK No. UP.7/138-265 menjadi Patih/Ahli Tatapraja TK.1, dan dilanjutkan dengan SK No. UP.7/414-49 menjadi Bupati /Pegawai Tinggi Ketataprajaan pada Kantor Gubernur Lampung sampai pensiun pada Desember 1967.

Karir militer almarhum dimulai ketika menjadi Pasirah di Batu Brak/ Liwa, karena pada saat itu juga ia mengepalai Laskar API di Batu Brak. Karena jiwa perjuangannya, Komandan Resimen IV Divisi I mengangkatnya menjadi Letnan II dan diberi tugas sebagai Kastal Batlyon I Resimen IV di Baturaja. Sebulan kemudian Pangeran Suhaimi dipindahkan ke Krui dan untuk pertama kalinya membentuk Batalyon III.

Pertengahan tahun 1946 Pangeran Suhaimi pindah ke Batalyon IV Liwa sebagai Kastaf, kemudian Kastaf Batalyon III di Martapura dan Staf Resimen XII Baturaja, sampai kemudian mengundurkan diri pada Maret 1947 untuk meneruskan karirnya di Kepamongprajaan.

Selama Perang Kemerdekaan II, Pangeran Suhaimi ikut bersama sembilan pasukan yang berkantor di Kewedanaan Sukadana Lampung Tengah. Menurut catatan beliaulah satu satunya Camat/Wedanan yang tidak pernah meninggalkan tugasnya dan tidak pernah menyerah, serta selalu bergerilya bersama TNI dan pasukannya.

Seiring berjalannya waktu, Pangeran Suhaimi pergi ke Tanah Suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji pada 5 Oktober 1976. Lantaran usianya yang kian menua, sekembalinya ke Tanah Air seusai menunaikan ibadah haji, kondisi fisik Pangeran Haji Suhaimi mulai melemah. Beliau sering sakit hingga akhirnya meninggal dunia.

(Pangera H. Suhaimi Gelar Sultan Lelamuda Pangeran Raja Selalau Pemuka Agung Dengian Paksi Akan/Ayah dari Pangeran Maulana Balyan Gelar Sultan Sempurna Jaya.

Penerus Pangeran Suhaimi Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ibarat itulah yang ditanam, tumbuhkembangkan, dan dihasilkan oleh Pangeran H. Suhaimi kepada dirinya ternyata menitis pula kepada keturunannya. Di antara keturunannya ada sosok Brigjen Pol. (P) Pangeran Edward Syah Pernong ,S.H.yang pernah menjabat Kapolda Lampung tahun 2015, Irjen Pol. (P) Ike Edwin SH, MH, pernah menjabat Staff Ahli Kapolri bidang Sospol. Keduanya putera Lampung pertama kali yang pernah menjabat Kapolda Lampung. Lalu, Irjen Pol. Tomsi Tohir Balau pernah menjabat Kepala Biro Pengawasan dan Penyidikan Bareskrim Polri, lalu sebagai Kapolda Banten dan NTB. Meskipun Pangeran Suhaimi telah wafat, namun nama dan jasa-jasanya masih dikenang masyarakat Lampung dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “rasindonews.wordpress.com” Editor: Admin