Kunjungan Kerja Ketua DPD RI di Istana Gedung Dalom

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti melaksanakan kunjungan kerja dengan tiga agenda penting.

  1. Peninjauan ke rumah sakit darurat yang ada di Asrama Haji Lampung
  2. Peresmian Sekolah Sepak Bola (SSB) LaNyalla di Pahoman Lampung
  3. Meninjau Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti ini sangat mencintai adat dan budaya daerah serta mengagumi eksistensi kerajaan-kerajaan di Nusantara. Karena itu, salah satu agenda beliau selama di Lampung adalah mengunjungi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong pada hari selasa 7 September 2021.

Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti, diangkat sebagai keluarga atau saudara (angkon muakhi) oleh Sultan Sekala Brak, prosesi perhelatan adat tersebut di awali dengan tangguh kepaksian terhadap sultan sekala brak yang disampaikan oleh khaja utama kepala jukku sukakhajin gekhingan Kepaksian Pernong di dampingi khaja sampurna II kepala jukku jukkuan sukamkhakga pekon balak selanjutnya prosesi pembukaan pedang alif prosesi tersebut dilakukan oleh panglima alif jaya dan panglima elang berantai yang dikawal oleh panglima tapak belang dan panglima sindang kunyaian tertanda perhelatan adat di mulai, pusaka pedang alif milik dari pada Sultan Sekala Brak Pangeran Alif Jaya Gelar Sultan Pangeran Alif Jaya yang bertahta pada tahun 1745-1749 pusaka pedang alif ini pernah beliau pergunakan pusaka sakti ini sebagai saksi pada saat penandatangan perjanjian dengan kompeni inggeris perjanjian tersebut antara kerajaan adat paksi pak sekala brak istana gedung dalom kepaksian pernong dan kompeni inggeris tidak akan saling ganggu dan didalam perjanjian itu pula di sepakati apa bila ada serangan dari pihak-pihak lain yang datang dari lautan akan di hadapi oleh kompeni inggeris dan apabila ada serangan yang datang dari darat akan dihadapi pasukan kepaksian sekala brak dan saat ini pusaka pedang alif di pakai untuk pembukaan dan penutupan prosesi adat yang di hadiri langsung oleh Sultan Sekala Brak yang di pertuan ke-23 saat ini.

Perhelatan adat ini di hadiri oleh :

  1. YM Adatuang sidengreng DR. Ir. H. Andi Ahmad Faisal Sabada,S.E.,
  2. Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti,
  3. Dra Hj. RA Yani  WSS Koeswodidjojo (Sekjen Majelis Adat Kerajaan Nusantara),
  4. YM Dona nesnoni (Putri raja kupang NTT),
  5. YM DR. Yurisman star (Bangsawan kerajaan kabaena Sulawesi Tenggara),
  6. YM Andi Maisara Mahmud Sessu Laganro Pancaitana Bungawalie Arung Malolo (Raja Muda) adattuang sidenreng,
  7. H. Bustami Zainudin S.pd., M.H. (Senator dari Provinsi Lampung),
  8. Drs. Ahmad Bastian SY  (Senator dari Provinsi Lampung),
  9. H. Pachrul Razi, S.IP,. M.IP (Senator dari Provinsi Aceh),
  10. Prof. DR.Hj. Silviana Murni (Senator dari Provinsi DKI Jakarta),
  11. Dra. Ir. Hj Eni Sumarni, M.Kes (Senator dari Provinsi Jawa Barat),
  12. Andi Muh Ihsan (Senator dari Provinsi Sulawesi Selatan),
  13. Ir. H Djafar Alkatiri,M.M., M.Pd.I (Senator dari Provinsi Sulawesi Utara),
  14. Angelius wake kako (Senator dari Provinsi Nusa Tenggara Timur),
  15. DR. Rahman Hadi, M,Si (Sekretaris Jendral DPD RI),
  16. Yuniar Hikmat Ginanjar,S.H. (Kepala Kanwil BPN Lampung)
  17. Serta beberapa petinggi dari Polri, Pemerintah Kab, Prov Lampung, Pepatih Gedung Dalom, Para bangsawan, Kampung Batin, Dewan Adat, Pendekar Puting Beliung, Khaja-Khaja Jukkuan Se-Kepaksian Pernong, Para Bahatur, Punggawa, Panglima, Hulu Balang  serta perangkat Adat Lainnya.

Setelah mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-qur’an, Tari batin, Sambutan dari Bupati Kabupaten Lampung Barat di lanjutkan dengan prosesi adat angkon muakhi, Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong dengan YM Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti.

Pembacaan pernyataan angkon muakhi dari Sultan Sekala Brak ” Pernyataan Angkon Muakhi (Pengakuan Saudara) pada hari ini selasa 7 September 2021 merupakan hari yang baik bulan yang baik tahun yang baik dan disaksikan oleh orang-orang yang baik Saibatin Raja Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong Sultan Sekala Brak dengan mengucap Bismillahirohmanirrohim menyatakan pengakuan bersaudara kepada YM Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti selanjutnya pada yang bersangkutan diberikan kedudukan sebagai bangsawan besar di Gedung Dalom Kepaksian Pernong Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak.” setelah pembacaan pernyataan tersebut dilanjutkan dengan prosesi sakral.

Pembacaan sekilas tentang Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong, bangunan fisik istana gedung dalom kepaksian pernong ini mempunyai beberapa ciri sebagai pembeda dengan bangunan lainnya dengan tampak luar memiliki bentuk atap bubungan yang menuju pada satu titik dan pada puncak bubungan terdapat Kawik Buttokh bentuk atap yang menuju pada satu titik tersebut sebagai simbol bahwa dalam adat Saibatin di tanah Lampung hanya ada satu orang pemilik yaitu Sultan atau Saibatin Raja Adat di Kepaksian dimaknai pula sebagai Simbolisasi ke Esaan Allah SWT, pada bagian luar istana terdapat cagak berbentuk kayu hakha ornamen yang tidak umum terpasang pada sudut bagian luar yang terdiri dari Empat lekuk demikian juga bola-bola sebanyak Empat buah dan semua jenis ukiran yang terdapat pada cagak tersebut serba Empat, hal tersebut melambangkan keberadaan Empat Kepaksian Sekala Brak yang maksutnya menunjukkan tingkat keberadaban yang tinggi, Ruangan-Ruangan, Ruangan depan yang disebut beranda, terdapat dua pintu masuk, pintu yang ditengah bernama khangok Dalom, pintu yang disebelah kanan dinamakan khangok sang Raja mulang, Ruangan berikutnya disebut lapang luakh tempat Sultan menerima tamu, setelah lapang luakh ruangan yang lantainya relatif lebih tinggi dan dibatasi pagar disebut Lapang Marga Sana tempat ini merupakan tempat paling terhormat di Istana Gedung Dalom dari ruangan ini keputusan-keputusan penting dikeluarkan bahkan pada Jaman Belanda ruang marga sana ini dianggap sebagai ruang tempat mustajab untu berdo’a.

Didalam sambutan YM Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti gelar Batin Gusti Calak Perkasa Mangku Negeri Menyampaikan ” Batin Gusti Calak Perkasa Mangku Negeri mengucapkan terimakasih terhadap Paduka Yang Mulya (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) yang telah memberikan gelar Adat dan dinobatkan menjadi keluarga besar sebagai bangsawan tinggi kerajaan sekala brak, Serta penyambutan yang luar biasa kepada DPD RI. Ketua DPD RI menyampaikan bahwasanya mengelola segala wujud kebudayaan Indonesia dan budaya benda hingga budaya takbenda dari paling kasat mata hingga tak kasat mata atau paling abstrak kita pokus pada beberapa unsur kebudayaan seperti Adat Istiadat, Bahasa, Manuskrip, Olah raga, Tradisional, Pengetahuan, Permainan rakyat sekaligus seni dan tradisi lukisan untuk menjaga melestarikan kebudayaan. Oleh karena itu YM Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti gelar Batin Gusti Calak Perkasa Mangku Negeri mengajak masyarakat untuk mengakui, menghormati dan menghargai keragaman budaya Indonesia menebatkan masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan serta menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembangunan Nasional. Ketua DPD RI mengatakan, Saat ini kami dari DPD RI sedang berada di Liwa tepatnya di Kepaksian Sekala Brak dimana Kepaksian ini pengaruh sistim pemerintahan Kerajaan Pagaruyung di ranah Minang kabau temuan arkeologi membuktikan wilayahnya di diami masyarakat suku tumi jauh sebelum Kepaksian Sekala Brak terbentuk, Sekala Brak dipercaya sebagai asal usul Suku Lampung yang hidup diantara 2 (dua) Gunung tertinggi di Lampung yaitu Gunung Pesagi, hal ini menyebabkan Sekala Brak sangat Penting terhadap Eksistensi Provinsi Lampung, didalam kunjungan kali ini saya mendorong Sultan Sekala Brak Kepaksian Sekala Brak di Istana Gedung Dalom Kepaksian Pernong untuk bersatu dalam pendirian kembali Singgasana dalam rangka membentuk Masyarakat yang hidup teratur dan tertata yang berpegang pada norma Adat dan Kearipan lokal Lampung.

Sebagai Representasi Daerah di Level Nasional DPD RI Berkomitmen untuk mendorong Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah untuk mengakui dan menghormati Kerajaan Nusantara sebagai Pondasi Negara Republik Indonesia.

Gusti calak perkasa mangku negeri mengutarakan, saya selaku Ketua DPD RI konsisten untuk menjalankan amanat pasal 18 B ayat 2 Undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 bahwa Negara Mengakui dan menghormati Kesatuan-kesatuan Masyarakat Hukum Adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan Masyarakat dan Prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kerajaan-Kerajaan Nusantara berperan penting dalam asimilasi budaya karena itu di dalam setiap kunjungan kerja ke daerah DPD RI selalu meng agendakan silaturahmi ke keraton-keraton sebagai manifestasi dari akar budaya Nasional, beberapa diantaranya adalah Kerajaan Sumenep jawa timur,  Kerajaan Bulungan di Kalimantan Utara, Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan, Kerajaan Mamuju di Sulawesi Barat, Keraton Kesunanan Surakarta Hadinigrat di Solo, Kesultanan Yogyakarta di DIY, Kerajaan Sumedang larang di Jawa Barat, Nusa Termano di NTT dan Saat ini di Sekala Brak. YM Ketua DPD RI, Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti mengajak untuk mengelola segala wujud kebudayaan indonesia seperti Adat Istiadat, Bahasa, Manuskrip, Olah raga, Tradisional, Pengetahuan, Permainan rakyat sekaligus seni dan tradisi lukisan bersama untuk mengakui dan menghargai keberagaman budayaan Indonesia menepatkan Masyarakat sebagai pemilik dan penggerak kebudayaan serta menempatkan kebudayaan sebagai haluan pembagunan Nasional.”

Selanjutnya didalam sambuta Paduka Yang Mulya (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong menyampaikan ” Puji syukur atas nikmat silaturahmi, nikmat kedatangan sosok dari pada Pejabat Tinggi Negara dan bukan hanya dalam rangka kunjungan, tapi juga memberikan kontribusi memberikan harapan, memberikan pencerahan, dan juga memberikan suatu komitmen persaudaraan pada Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung. Kunjungan Kerja DPD RI Ini adalah penghargaan bagi masyarakat Kabupaten Lampung Barat, Sultan Sekala Brak mengapresiasi apa yang disampaikan oleh Ketua DPD RI Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti karena apa yang disampaikan Ketua DPD RI Ir. AA Lanyalla Muhammad Mattalitti harapan yang ada di dalam hati masyarakat Adat di Kabupaten Lampung Barat. Paduka Yang Mulya (PYM) Saibatin Puniakan Dalom Beliau (SPDB) Pangeran Edward Syah Pernong ngengutarakan pada saat proklamasi kemerdekaan indonesia maka pada saat itu sebuah deklarasi sebuah Negara yang Merdeka yang independen kepada rakyat, pada saat itulah bangun kebangsaan rakyat terbentuk dari sebuah pernyataan tentang sebuah kesatuan, kesatuan dari pada politik yang di canangkan di dalam deklarasi kemerdekaan adalah satu kesatuan ideologis, kesatuan filosofis dan kemudian kesatuan geografis kesatuan itu menjadi kesatuan politik yang menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk kesatuan filosofis dan kesatuan sosiologis maka bangun kerangkanya pondasi dasarnya yang telah disampaikan Ketua DPD RI adalah para Raja-raja sebelum NKRI berdiri maka kerajaan-kerajaan inilah yang mempunyai wilayah, kerajaan-kerajaan ini yang mempunyai rakyat, kerajaan-kerajaan ini yang mempunyai adat, nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai adat istiadat, semua aturan-aturan kehidupan dijaga ratusan tahun oleh adat, oleh kerajaan, oleh struktur-struktur kultural kalu kita starakan dan sekarang semua berpayung kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia sebuah payung besar bersama kita pegang bersama, akan tetapi payung ini harus memberikan kontribusi yang sejuan, masyarakat adat adalah bagian dari Infrastruktur sedangkan pemerintah adalah super struktur super struktur tentu memberi ruang memberi hak, memberi hal-hal yang menjadi bagian pada insfrastruktur, bagian-bagian dari insfrastruktur itu tidak bisa dilakukan jika tidak ada yang membawanya aspirasi itu tidak bisa dibawa dengan kekerasan, tidak bisa dibawa hanya dengan pernyataan tapi juga dibawa oleh struktur dan keinginan struktur serta nyali seorang pemimpin yang menggelontorkan harapan-harapan masyarakat ditingkat atas. Harapan masyarakat dengan Pakta-pakta yang tenggelam ini akan bisa di angkat, dinaikan,  Kerajaan-kerajaan Nusantara ditimbulkan sebagai kearipan-kearipan lokal dengan struktu-struktur yang diakui yang menjadi perajut perekat dan penguat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kepaksian Pernong adalah salah satu dari empat kepaksian, Empat kepaksian ini memilikikedudukan yang sama, yang mempunyai kebesaran yang sama di dalam kerajaan adat paksi pak sekala brak dahulu namanya adalah Kepaksian sekala Brak, sebagaimana sekala brak aslinya paksi pak sekala brak dalam terminologi yang kekinian sultan menyebutnya Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak, karena Kepaksian Sekala Brak hanya Kerajaan Adat, karena tidak ada Negara di dalam Negara, tidak ada kerajaan di dalam NKRI, Komitmen para raja-raja bahwasanya adat inilah yang bisa membesarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *