Prasasti BATU BRAK

Prasasti BATU KAYANGAN dan BATU BRAK adalah Simbol Penaklukan, MUJAHID PENYEBAR AGAMA ISLAM, Era Kepaksian Sekala Brak.

Foto : Dedy T.A.S.T (2021)

Batu Kayangan dan Batu Brak

Gambar Batu Kayangan dan Gambar Batu Brak Diambil Pada Tahun 1931 di Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung

Dolmen di  Batu Brak Part of the National Museum of World Cultures dengan Kode Kemendagri 18.04.10 kode administratif Indonesia. Foto Dolmen Batu Brak dan Batu Kayangan yang diambil pada tahun 1931, dari dahulu hingga saat ini masih masuk di wilayah desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak lokasi domisili Istana Gedung Dalom Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak dari dahulu hingga sekarang, Batu Kayangan dan Batu Brak Peninggalan tersebut terletak di tengah perkebunan kopi pada sebuah lereng bukit kaki Gunung Pesagi di Hanibung desa pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kab. Lampung Barat Prov. Lampung. Menurut kepercayaan lama di Sekala Bkhak, batu-batu itu sebagai tanda kuburan tua “para dewa” yang khusus turun dari Kahyangan ke muka bumi. Kerajaan Kepaksian Pernong Sekala Brak adalah Kerajaan yang sudah memegang sejarah dari Abad Ke-16 Sehingga Sosok yang diakui, Tidak pernah Belanda memberikan nama kepada seorang musuhnya kecuali kepada kerajaan itu. Penaklukan, MUJAHID PENYEBAR AGAMA ISLAM Kepaksian Sekala Brak pada Era Umpu Ratu Semula Jadi Gelar Sultan Ratu Semula Jadi (Yang Dipertuan Ke-5) Perkampungan Pusat lokasi wilayah kerajaan Sekala Brak Istana Gedung Dalom berada di Hanibung. Istana Gedung Dalom  setelah dari hanibung berpindah sejauh sekitar 18 kilometer dari sekitaran hanibung. Kemudian Istana Gedung Dalom berpindah kembali sekitar sejauh 15 kilometer dari Istana Gedung Dalom saat ini yang berdiri di desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak, Berpindahnya Istana Gedung Dalom itu dari kejauhan sekitar 15 kilometer tidak dicopot atau dibongkar dulu melainkan diangkat ramai-ramai dan dibawa perlahan-pelahan menuju lokasi sekarang Selama 1 (satu) Tahun kisaran tahun 1899.

Foto : Dedy T.A.S.T (2021)

Gambar Batu Kayangan dan Gambar Batu Brak Diambil Pada Kamis 21 Januari 2021 di Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung.

Batu Kayangan dan Gambar Batu Brak serta pengibaran Bendera merah putih dan Bendera Kebesaran Kerajaan AL-LIWA,PANJI SYAHADATAIN, AL-Liwa Lambang Kerajaan Adat Kepaksian Pernong  Sekala Brak Diambil Pada Kamis 21 Januari 2021 di Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung  Pengibaran Bendera-Bendera ini adalah Simbol bahwa NKRI terbentuk dari pada pemberian keikhlasan keinginan kehendak dari para Sultan/Raja Kerajaan/Kepaksian.

Dolmen Batu Kayangan dan Batu Brak ini di temukan di Asia tepatnya di Hanibung Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung Negara Indonesia pada tahun 1931, Dolmen/Batu Kayangan dan Batu Brak yang berasal dari periode Megalithikum awal, diperkirakan dari Sebelum Abad ke-1 Masehi. Batu Kayangan dan Batu Brak Peninggalan tersebut terletak di tengah perkebunan kopi pada sebuah lereng bukit kaki Gunung Pesagi, di Hanibung Kecamatan Batu Brak. Menurut kepercayaan lama di Sekala Bkhak, batu-batu itu sebagai tanda kuburan tua “para dewa” yang khusus turun dari Kahyangan ke muka bumi. Sampai sekarang orang menyebut daerah itu sebagai Batu Kenyangan dan Batu Brak, lokasi pusat wilayah kerajaan Sekala Brak Kuno.

Koordinat lokasi pusat wilayah kerajaan Sekala Brak Kuno.

Istilah “Kenyangan” atau kayangan dan kata “Batu Bkhak” (Batu Brak) memiliki nuansa makna. Kayangan bermakna tempat yang tinggi, tempat tinggal para “dewa” atau orang-orang mulia, sedangkan Batu Bkhak bermakna sebagai batu mulia. Diyakini oleh masyarakat Sekala Brak, bahwa orang-orang Marga Kenyangan adalah keturunan orang-orang mulia. Orang mulia dalam pengertian Kepaksian Sekala Bkhak adalah para penakluk, mujahid penyebar agama Islam, Pengibar bendera Pertama PANJI SYAHADATAIN di tanah Lampung, keturunan Sultan Iskandar Zulkarnain Gelar Sultan Yang Dipertuan.