Desember 3, 2022

Sakala Brak.Com

Syiber Media CFJ RASINDO Group

Prasasti Hujung langit

Prasasti Hujung langit Bunuk Tenuar Al Liwa Lampung barat 997 masehi

Foto Prasasti Hujung langit Bunuk Tenuar Al Liwa Lampung barat 997 masehi. Tahun 1933

SEKALA BRAK.COM – Prasasti Hujung langit Bunuk Tenuar Al Liwa Lampung barat  997 masehi Raja Pun ku Sri yarwwa Haridewa Penguasa Kedatuan Sekala brak saat itu.

Prasasti Hujung Langit
Foto Prasasti Hujung Langit tahun 2020.

Prasasti Hujung Langit adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di desa Hakha Kuning, peninggalan Sekala brak kuno, Kecamatan Balik Bukit, Kabupaten Lampung Barat, Indonesia. Aksara yang digunakan dalam prasasti ini adalah Aksara Pallawa dalam bahasa Melayu Kuno. Tulisan pada prasasti ini sudah sangat usang, namun angka tahun masih teridentifikasi sebagai 919 Saka atau 997 Masehi. Isi prasasti tersebut menjelaskan tentang pemberian tanah sima, sehingga digunakan untuk pemeliharaan bangunan suci. Prasasti tersebut menggunakan aksara Kawi, varian dari Sumatera Kuno dan Melayu Kuno. Terdapat goresan hingga membentuk keris. Belati digambarkan sebagai terhunus dengan bilah menghadap ke timur. Penetapan suatu kawasan untuk dijadikan SIMA saat itu tentunya dengan alasan bahwa di tempat tersebut terdapat sebuah tempat yg di anggap keramat saat itu ,
dan sekali gus Ini menunjukkan bahwa sesuatu yang penting terjadi di sana saat itu.

  • Inscription Text
  1. // swasti sri sakalawarsatita 919 margasiramasa. tithi nawami suklaspaksa;
  2. //wa…wara…;
  3. //…Wuku kuninan…;
  4. // … tatakala… satanah sahutan..;
  5. // tatkala punku haji … sri haridewa…;
  6. // di Hujunglangit.
  • Translation by Damais (1995) :
  1. // Congratulations, the passing Saka year 919-, month Margasira…
  2. //…. date 9 paro terang…
  3. //…day Was, wuku kuningan…
  4. // …when (released) land and forest (from tax)…
  5. //when yuwaraja… sri haridewa..
  6. // …in Hujunglangit

Prasasti Hujung Langit ini merupakan bukti referensi yang menunjukkan hubungan benang merah antara Sekala brak Kuno dengan Paksi Pak Sekala Brak yang dynasti kerajaan nya masih tetap utuh dan berkuasa saat ini walau lebih meneruskan sejarah tradisi kerajaan nya , karena dalam situasi apapun juga tetap lah keberadaan NKRI wajib di akui dan dihormati sebagai negara yang berdaulat dan keberadaan kerajaan termasuk Paksi Pak Sekala brak adalah bagian dari capital sosial bangsa indonesia , di bawah payung NKRI.

Keberadaan Paksi pak sekala brak sebagai satu satu nya pemegang legetimasi yang memenuhi syarat bagi suatu kerajaan besar , yang mana hampir setiap kerajaan di dunia termasuk nusantara , mempunyai legitimasi kemuliaan dan kehormatan nya sebagai sebuah organisasi yg mempunyai otoritas kekuasaan dan kehormatan nya berdasarkan sebuah perjuangan yang besar dan keras yaitu kekuasaan karena penaklukan mengindikasikan bahwa kekuasaan dalam berdirinya kerajaan adalah kekuasaan yang didirikan dengan perjuangan dan kegagah beranian sehingga terbentuk lah sebuah negara , yaitu terbentuk nya sebuah organisasi kekuasaan dengan nama nama yang mereka sepakati saat itu,

Paksi pak sekala brak adalah pemegang otoritas kekuasaan yang berdiri dengan kehormatan , Karena Paksi Pak Sekala Brak dengan melalui sebuah penaklukan telah keluar sebagai pemenang dan kemudian bertindak sebagai penerus dari Kedatuan Sekala Brak Kuno yang diwarnai dengan penaklukan Kedatuan Sekala Brak Kuno dengan Raja terakhir adalah Ratu Sekarumong, putra dari Ratu Sangkan dan Cucu dari Ratu Mucabawok .. sebagai rangkayan generasi akhir dynasti Kedatuan Sekala brak kuno yg dimulai dengan peristiwa peperangan penaklukan sekala brak kuno dan itu merupakan Legitimasi sah atas Paksi Pak Sekala Brak sebagai keturunan Sang Penakluk , walau pun kemudian di ikuti dengan pernikahan dengan putri dari Ratu Sekarmong, dan Putri dari beberapa pemegang kekuasaan di sekala brak saat itu.. tapi itu adalah pertanda Kebesaran Sekala brak kuno pra islam sudah mulai memasuki babak baru dengan muncuk nya syiar islam yang di bawa para keturunan para raja keturunan kerajaan pasai dan oagaruyung tsb .

Kerajaan Sekala Brak Kuno ditaklukkan oleh empat AMPU / UMPU  ke empat umpu yang nota bene bersaudara kandung itu kemudian membagi wilayahnya menjadi 4 yang dulunya merupakan seluruh wilayah Kerajaan Sekala Brak Kuno. Paksi Pak Sekala Brak yang artinya 4 sebagai Pemegang Kekuasaan Tertinggi dalam pemerintahan bercorak otokratis yang dahulu wilayah nya adalah seluruh kabupaten lampung barat , dan termasuk juga seluruh wilayah kabupaten pesisir barat , juga seluruh wilayah ranau kabupaten oku adalah wilayah yang dahulu adalah masuk sebagai wilayah kepaksian nyerupa , adapun wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Lampung utara adalah di dekat Canguk khaccak dekat bukit kemuning masuk wilayah merupakan wilayah kepakasian belunguh , sedangkan yang berbatasan dengn bengkulu nama nya Tebu tegattung ini masuk wilayah yang berbatasan yg termasuk wilayah kepaksian nyerupa , adapun wilayah Kepaksian pernong yang berbatasan dengan kabupaten Tanggamus adalah daerah yang nama nya Tikokh bekhak dan itu dahulu adalah sebagai wilayah kepaksian pernong

Kita semua harus memahami tentang sejarah Kerajaan Sekala brak , Sekala Brak (Baca: Sekala Bekhak) adalah suatu kerajaan yang merasakan era Hindu Budha atau era Keratuan dan era Islam atau era Kesultanan.
Berlandaskan penelitian terakhir dikenal bahwa Paksi Pak Sekala Brak merasakan dua era yaitu era Keratuan Hindu Budha dan era Kesultanan Islam.

Kerajaan ini terletak di dataran tinggi Sekala Brak di kaki Gunung Pesagi (gunung tertinggi di Lampung) Yang menjadi cikal-bakal suku bangsa etnis Lampung ketika ini. Asal usul bangsa Lampung adalah berasal dari Sekala Brak yaitu suatu Kerajaan yang letaknya di dataran Belalau, sebelah selatan Danau Ranau yang secara administratif saat sekarang ini berada di Kabupaten Lampung Barat. Dari dataran Sekala Brak inilah bangsa Lampung menyebar ke setiap penjuru dengan mengikuti arus Way atau sungai-sungai yaitu way komering, way kanan, way semaka, way seputih, way sekampung dan way tulang bawang beserta anak sungainya, sehingga meliputi dataran Lampung dan Palembang serta Pantai Banten. “kutip http://p2k.itbu.ac.id

Prasasti Hujung Langit di bunuk tenuwar , kadang disebut HARA KUNING adalah sebagai LINK PIN yaitu sebagai penghubung yang factual menunjukkan bahwa keberadaan sumbu Paksi Pak sudah lama mulai muncul bahkan sejak zaman Kedatuan Sekala Brak sebelum Islam masuk yaitu pada zaman kerajaan Sekala Brak Kuno dan terus mengalir Sampai masa Kerajaan Islam.

Sebutan PUN KU yg ada pada prasasti Hujung Langit sejak seribu seratus tahun yg lalu tetap berlaku dan dipakai sebagai tutur Panggilan kehormatan bagi anak raja sekala brak karena keturunan asli raja yg berkuasa tidak pernah terputus sampai dengan sekarang dan sejak ratusan tahun yang lalu masih tetap dipertahan kan menjadi sebutan bagi Sultan dan anak Sultan pewaris tahta pada kerajaan Paksi pak sekala brak yg Sekarang disebut Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak. (Didapat dari sumber terpercaya)