Situs Batu Brak (Beghak)

Situs Batu Brak adalah salah satu situs peninggalan Negeri Sekala Brak di Kabupaten Lampung Barat. Situs ini diyakini menjadi lokasi diadakannya upacara pengorbanan di masa lalu berlangsung dari sebelum Masehi hingga berahir sekitar abad ke-2 Masehi dengan kepercayaan animisme dan dinamisme. Pada sekitar abad ke-3 kedatangan suku lain di negeri sekala brak  membawa kepercayaan Bercorak Hindu menganut animisme hal ini berahir semenjak kedatangan empat utusan dari pagaruyung membawa ajaran agama Islam sekitar abad ke-12 atau 29 Rajab 688 Hijriyah, kala itu lokasi ini di jadikan pusat agama. Dengan luas 3,5 hektar, Situs megalitikum ini menyimpan batu menhir, batu dolmen dan beberapa batu kelompok lainnya. Situs ini ditemukan oleh masyarakat lokal pada tahun sebelum 1931 Masehi. Di lahan perkebunan kopi milik penduduk lokal menurut kepercayaan lama di Sekala Brak, batu-batu itu sebagai tanda kuburan tua “para dewa” yang khusus turun dari Kayangan ke muka bumi.

Sampai sekarang orang menyebut daerah itu sebagai Batu Kenyangan ada pula yang menyebut batu brak.
Istilah “Kenyangan” atau kayangan dan kata “Batu Beghak” (Batu Brak) memiliki nuansa makna. Kayangan bermakna tempat yang tinggi, tempat tinggal para “dewa” atau orang-orang mulia, sedangkan Batu Brak bermakna sebagai batu mulia. Diyakini oleh masyarakat sekitar, bahwa orang-orang Kenyangan dan Batu Brak adalah keturunan orang-orang mulia. Orang mulia dalam pengertian Kepaksian Sekala Brak suku-suku ini adalah para penakluk, Al-Mujahid penyebar agama Islam, keturunan Iskandar Zulkarnain.

Batu Kenyangan yang terletak di lereng agak datar, merupakan batu andesit dengan permukaan selebar sekitar 2 x 2 meter dengan ujung melancip, tidak empat persegi panjang betul. Posisi keseluruhan agak miring 20 derajat. Di bawah batu yang cenderung melempeng dengan permukaan lebih lebar ketimbang bagian bawah yang menyentuh tanah, ada sejumlah bongkah-bongkah batu tertanam di tanah untuk menopang batu besar itu.

Permukaan batu itu tidak begitu rata dan di sana-sini terlihat jelas guratan-guratan mirip bekas tapak tangan. Gambar yang mirip bekas telapak tangan itu bukan hasil pahatan. Mungkin juga, batu ini dulu berada di tengah pemakaman kuno karena di dekatnya terdapat satu batu berdiri tegak setinggi sekitar 1,25 meter dengan puncak sedikit lengkung hampir rata, yang kemungkinan tanda titik pemakaman. Bisa jadi juga batu tersebut merupakan tempat persembahan bagi mereka yang duduk samadi di permukaan batu di dekatnya. Apakah ini sebuah menhir? Mungkin juga batu andesit/vulkanik itu digunakan untuk menaruh persembahan tertentu. Permukaan batu telah membentuk suatu susunan bintik cekungan kecil-kecil seperti titik-titik yang meliputi seluruh permukaan. Seakan termakan air dan angin serta terpanggang panas matahari. Meski demikian tak berlumut, tanda batu keras. Tak ada pahatan ataupun relief di dalamnya. Namun posisinya masih tampak kuat tertanam.

Posted by

SekalaBrak

Lokasi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak ISTANA GEDUNG DALOM Kepaksian Pernong terletak di Desa Pekon Balak Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat, Lampung Barat yang masih masuk dalam wilayah Provinsi Lampung.

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *