Tragedi Bekasi Dan Penghargaan Presiden RI

Bekasi, 24 Juli 1995. Sekitar pukul 03.30 WIB dini hari, Sebuah peristiwa perampokan disertai pemerkosaan sadis menimpa keluarga Acan (45) warga Kampung Cimatis, Desa Jatikarya, Kecamatan Perwakilan Jatisari, Bekasi.

Dalam peristiwa ini, kerugian materi yang diderita keluarga Acan hanya dua gram kalung emas, namun yang memiriskan dan menyita perhatian publik adalah aksi sadis sepuluh perampok memerkosa secara bergilir istri dan dua anak gadis Acan yang berusia 14 dan 15 tahun.

Kasus ini menjadi berita utama media nasional; koran, televisi, dan radio. Emosi masyarakat meluap, antara sedih yang mendalam sekaligus amarah yang memuncak.

Menyikapi kejahatan sadis itu, Polres Metro Bekasi bertindak cepat. Sejak kesempatan pertama mendapat informasi kejadian, Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKP Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. bersama jajarannya langsung terjun ke tempat kejadian perkara (TKP).

AKP Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. bersama timnya bekerja keras mengungkap pelaku, mulai dari olah TKP, penyelidikan hingga pengembangan.

Dalam waktu sebelas hari, tim yang dipimpin langsung oleh AKP Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. berhasil mengungkap, menangkap dan melumpuhkan para pelaku.

Kasus ini rupanya mendapat atensi khusus Bpk Presiden Soeharto, yang dikenal sebagai Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan yang mengutamakan keamanan dan kenyamanan hidup rakyatnya.

Bpk Presiden Soeharto mengapresiasi keberhasilan AKP Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. mengungkap kasus kejahatan sadis yang menimpa keluarga Acan dalam waktu singkat. Sebagai bentuk penghargaan, Presiden memanggil AKP Drs. Pangeran Edward Syah Pernong,S.H. ke Istana Negara dan menyematkan Lencana Adhi Satya Bhakti di dada perwira Polri berprestasi.  Sumber IndonesianBiografy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *